Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Puluhan Pengunjung Festival Nasi Krawu Gresik Jadi Korban Copet, Ketua Panitia Bungkam

×

Puluhan Pengunjung Festival Nasi Krawu Gresik Jadi Korban Copet, Ketua Panitia Bungkam

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN –  Gelaran Festival Tumpeng Nasi Krawu yang berlangsung di kawasan Islamic Center, Balongpanggang, Gresik, berujung petaka bagi puluhan pengunjung. Acara yang seharusnya menjadi pesta kuliner rakyat tersebut justru diwarnai aksi kriminalitas massal, di mana puluhan warga kehilangan barang berharga seperti ponsel dan dompet akibat longgarnya pengamanan.

​Insiden ini mendadak viral di jagat maya setelah sejumlah korban meluapkan kekecewaan mereka di media sosial Facebook.

​Aparat kepolisian setempat membenarkan adanya rentetan peristiwa kriminal tersebut. Kapolsek Balongpanggang, AKP Wiwit Maryanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari para korban yang kecopetan di tengah kerumunan massa yang berdesakan.

​”Benar, sudah ada laporan kehilangan yang masuk. Sementara ini tercatat ada puluhan laporan, mulai dari kehilangan HP hingga dompet,” ujar AKP Wiwit Maryanto saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).

​Gelombang keluhan dari para korban terus bermunculan dengan nilai kerugian yang tergolong besar. Salah satu korban berinisial N mengaku harus mengikhlaskan dua unit gawai premium miliknya raib seketika saat berada di tengah kepadatan pengunjung.

​”Saya kehilangan dua handphone, merk Samsung dan iPhone. Kerugian ditafsir mencapai Rp16 juta,” ungkap N dengan nada kecewa.

​Nasib serupa menimpa korban lain berinisial W. Ia menjadi sasaran komplotan pencopet yang memanfaatkan situasi lengah di lokasi yang sama.

​”Saya kehilangan dompet yang berisi surat-surat berharga, kartu ATM, KTP, dan sejumlah uang,” kata W saat memberikan keterangan kepada awak media.

​Berdasarkan pantauan di beberapa grup media sosial lokal, warganet ramai mengkritik lemahnya sistem pengamanan dan manajemen kerumunan (crowd control) dari pihak panitia. Salah satu akun bahkan sempat mengonfirmasi kehilangan ponsel jenis Vivo Y19s warna perak di tengah situasi yang semrawut tersebut.

​Menyikapi maraknya insiden ini, Kapolsek Balongpanggang menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan acara yang melibatkan massa dalam skala besar di masa mendatang agar kejadian serupa tidak terulang.

​”Evaluasi ke depan, jika ada momen besar seperti itu harus lebih ditertibkan. Penyelenggaraan harus tertib, entah itu nanti mekanismenya diatur menggunakan sistem kupon atau cara lain yang meminimalisir saling berdesakan,” tegas Kapolsek.

​Demi menjaga keberimbangan berita (cover both sides) sesuai Kode Etik Jurnalistik, jurnalis telah berupaya keras melakukan konfirmasi kepada Ketua Panitia Penyelenggara, Agus Salim Lutfi, guna meminta klarifikasi terkait sistem pengamanan dan tanggung jawab pihak panitia.

​Namun, upaya konfirmasi yang dilakukan sejak Minggu (28/6) pukul 20.45 WIB, baik melalui pesan tertulis WhatsApp maupun panggilan telepon secara berulang kali, tidak mendapatkan respons atau jawaban resmi apa pun dari yang bersangkutan hingga berita ini diturunkan. Pihak panitia memilih bungkam atas insiden yang merugikan puluhan warga tersebut. (Berdy/Pungky)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *