Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaManca NegaraPeristiwa

Viral Video Penganiayaan ART Indonesia di Johor Bahru, Polisi Malaysia Tangkap 4 Pelaku

×

Viral Video Penganiayaan ART Indonesia di Johor Bahru, Polisi Malaysia Tangkap 4 Pelaku

Sebarkan artikel ini

JOHOR BARU || JDN – Kepolisian Malaysia bergerak cepat mengamankan empat warga lokal yang diduga melakukan penganiayaan keji terhadap seorang Asisten Rumah Tangga (ART) asal Indonesia di Johor Bahru. Penangkapan ini memicu penyelidikan lebih lanjut setelah munculnya dugaan adanya korban-korban lain di bawah penyiksaan para pelaku.

​Langkah hukum ini diambil pihak kepolisian setelah video rekaman penganiayaan tersebut beredar luas dan viral di platform media sosial Threads dan Facebook. Dalam potongan video yang beredar, tampak dua pria dan dua wanita melakukan interogasi secara agresif serta memukuli korban secara bergantian.

​Kepolisian Johor mengonfirmasi bahwa keempat pelaku yang 

ditangkap merupakan dua pasang suami istri.

​”Peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Juli 2025, namun videonya baru viral belakangan ini,” tulis Kepolisian Johor dalam konferensi pers resmi pada Minggu (14/6/2026).

​Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat masih mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut. Investigasi juga dilebarkan, sebab polisi mengendus adanya dugaan kekerasan serupa yang menimpa dua ART asal Indonesia lainnya yang bekerja di rumah pelaku.

​Merespons kejadian yang menimpa warga negara Indonesia (WNI) tersebut, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru menegaskan bahwa pihaknya langsung mengawal ketat kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan semestinya.

​KJRI Johor Bahru menyatakan telah melayangkan laporan resmi kepada kepolisian setempat agar para pelaku ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Pihak perwakilan RI juga memastikan bahwa saat ini korban telah berada di tempat yang aman.

​”Korban yang ada di dalam video saat ini sudah aman dan berada di kediaman rekannya,” tulis keterangan resmi KJRI Johor Bahru.

​Kasus ini kembali menjadi sorotan tajam publik terkait perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri, khususnya di Malaysia. Kepolisian Johor berjanji akan mengusut tuntas kasus ini secara transparan, termasuk mendalami kondisi dua ART lain yang diduga turut menjadi korban. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *