Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Penemuan Bayi Laki-Laki di Perbatasan Sampang-Bangkalan Gegerkan Warga

×

Penemuan Bayi Laki-Laki di Perbatasan Sampang-Bangkalan Gegerkan Warga

Sebarkan artikel ini

SAMPANG || JDN – Warga Desa Barunggagah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, digegerkan oleh penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga sengaja ditelantarkan di area semak-semak kawasan perbatasan antara Kabupaten Sampang dan Bangkalan, Minggu (7/6/2026). Saat ditemukan, bayi malang tersebut berada dalam kondisi hidup.

​Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah warga sekitar mendengar suara tangisan dari arah semak-semak. Menyadari ada yang tidak beres, warga segera menuju sumber suara dan memberikan pertolongan pertama kepada bayi tersebut.

​Zainal, salah seorang warga Kecamatan Tambelangan, mengungkapkan bahwa lokasi penemuan bayi berada di area belakang rumah yang diduga milik ibu kandung sang bayi di wilayah perbatasan dua kabupaten.

​”Bayinya ditemukan di semak-semak belakang rumah ibunya. Alhamdulillah kondisinya masih sehat meskipun sempat dikerubuti semut,” ujar Zainal saat memberikan keterangan.

​Menurut penjelasannya, saat warga mengevakuasi bayi tersebut, sang ibu dilaporkan sudah lebih dahulu dibawa ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Bangkalan untuk mendapatkan penanganan medis.

​Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Puskesmas Tambelangan, dr. Bustanul Arifin, membenarkan adanya peristiwa penemuan bayi tersebut. Namun, Bustanul menjelaskan bahwa berdasarkan data Kartu Tanda Penduduk (KTP), ibu dari bayi tersebut tercatat sebagai warga Kabupaten Bangkalan, meski lokasi penemuan bayi masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Sampang.

​”Ibu bayi ditangani oleh Bidan Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, karena mengalami pendarahan pascamelahirkan. Sedangkan bayinya sudah dibawa oleh pihak kepolisian,” terang dr. Bustanul.

​Di tengah masyarakat, sempat beredar rumor yang menduga bahwa bayi tersebut lahir dari hubungan di luar nikah. Kendati demikian, pihak kepolisian meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi untuk memastikan motif di balik peristiwa ini.

​Hingga berita ini diturunkan, Kepolisian Resor (Polres) Sampang masih melakukan pendalaman dan belum merilis keterangan resmi mengenai kronologi lengkap maupun motif pasti dari dugaan penelantaran anak tersebut.

​Saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus melalui pesan singkat WhatsApp, Kasi Humas Polres Sampang menyatakan bahwa pihaknya masih menghimpun data di lapangan karena belum menerima laporan menyeluruh.

​”Mohon waktunya karena laporan belum masuk,” ujarnya singkat. Pihak kepolisian menegaskan berkomitmen untuk mengusut tuntas seluruh fakta hukum terkait kasus penemuan bayi ini. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *