SUMENEP || JDN – Oknum guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) SDN 1 Sapeken berinisial B alias Buhari resmi dilaporkan ke Polresta Sumenep, Rabu (7/10/2026). Langkah hukum ini ditempuh jurnalis Rosindo News, Mohammad Sairi (Johari), atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran tuduhan tak berdasar melalui media elektronik.
Kasus ini bermula dari beredarnya rekaman suara (voice note) di grup WhatsApp “Bilis”. Dalam rekaman tersebut, terlapor diduga menuding Johari melakukan intimidasi hingga pemerasan terhadap sejumlah kepala sekolah di wilayah Sapeken.
Pelapor menilai tuduhan spontan dalam ruang digital tersebut secara langsung menyerang kehormatan, kredibilitas, dan nama baiknya sebagai insan pers. Tudingan itu juga dinilai berpotensi merusak citra profesi jurnalistik di mata publik.
Johari secara tegas membantah seluruh isi rekaman suara tersebut. Ia mengaku tidak pernah melakukan tindakan yang dituduhkan, bahkan tidak mengenal terlapor secara pribadi maupun memiliki urusan pekerjaan dengannya.
”Pernyataan tersebut sangat merugikan nama baik saya. Karena itu, saya memilih menempuh jalur hukum agar persoalan ini dapat diuji secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang sah, bukan sekadar asumsi atau rekaman yang tidak jelas sumbernya,” tegasnya.
Dalam berkas laporannya, Johari mendesak penyidik Polresta Sumenep mengusut tuntas kasus ini, termasuk menelusuri asal-usul rekaman, konteks pembuatannya, hingga pihak-pihak yang turut menyebarkan voice note tersebut ke publik. Terlapor disangkakan melanggar ketentuan pidana terkait pencemaran nama baik melalui sarana elektronik.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Buhari melalui pesan instan WhatsApp mengenai dasar tuduhan dalam rekaman tersebut. Namun, oknum guru PPPK ini belum memberikan penjelasan substantif maupun bukti pendukung.
”Lebih jelasnya ditanyakan sama Pak Mukhlis,” ujar Buhari singkat tanpa merinci lebih jauh pihak yang dimaksud.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi lanjutan dari pihak yang disebut oleh Buhari terkait kebenaran tuduhan dalam rekaman suara yang meresahkan masyarakat tersebut. (Red/MLDN)














