MALANG || JDN – Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Wakil Kepala Perwakilan (Wakepwil) Jawa Timur media Mabestv.Newsz.id, Imam Bukhori, mengajak masyarakat untuk memaknai esensi hijrah secara mendalam. Ia menekankan bahwa hijrah tidak boleh sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan harus menjadi momentum perbaikan diri yang menyeluruh.
Dalam keterangan resminya, Imam Bukhori menggarisbawahi tiga nilai utama yang krusial untuk diimplementasikan umat Islam pada tahun baru ini, yaitu keluhuran akhlak, kejujuran, dan kepedulian sosial.
”Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah menuju akhlak yang lebih mulia, kejujuran yang lebih kuat, serta kepedulian yang lebih besar terhadap sesama,” ujar Imam di Malang.
Menurut Imam, substansi sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah harus dihidupkan kembali dalam konteks kehidupan modern. Tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut masyarakat untuk melakukan ‘hijrah maknawi’—yakni berkomitmen meninggalkan kebiasaan buruk, memerangi ketidakjujuran, dan memperkuat empati sosial.
Lebih lanjut, ia berharap pergantian tahun baru Islam ini dapat menjadi titik balik (turning point) bagi setiap individu dalam memperkokoh fondasi keimanan.
”Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat iman dan takwa, serta menumbuhkan semangat dalam menebar kebaikan, keadilan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” harapnya.
Menutup pernyataannya, Imam juga memberikan seruan khusus kepada rekan sesama insan pers beserta seluruh elemen masyarakat di Jawa Timur untuk menyelaraskan gerak langkah dengan nilai-nilai religius dan integritas.
”Mari jadikan setiap langkah sebagai bagian dari hijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih amanah, dan lebih dekat kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Pesan reflektif ini disampaikan melalui kanal Mabestv.Newsz.id. Sebagai media yang mengusung tagline Aktual • Faktual • Terpercaya, rilis ini menjadi bagian dari komitmen jurnalistik dalam menyebarkan konten yang edukatif, positif, dan mencerahkan publik di tengah momentum hari besar keagamaan. (MLDN)














