Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahHukum & Kriminal

Kakek 80 Tahun di Sampang Tega Hantam Tetangga Pakai Linggis Hingga Tewas, Polisi Dalami Motif

×

Kakek 80 Tahun di Sampang Tega Hantam Tetangga Pakai Linggis Hingga Tewas, Polisi Dalami Motif

Sebarkan artikel ini

SAMPANG || JDN – Peristiwa penganiayaan berat hingga mengakibatkan korban jiwa menggegerkan warga Dusun Nungkesan, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Rabu (30/9/2026) pagi. Seorang petani lanjut usia tewas tragis setelah dihantam linggis besi oleh tetangganya sendiri.

​Korban berinisial Nimo (70) meninggal dunia usai mengalami luka berat pada bagian rahang kiri akibat hantaman batang linggis besi yang dilayangkan oleh pelaku, IH (80), saat korban hendak memberi makan hewan ternaknya.

​Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya tindak pidana penganiayaan berat yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang tersebut.

​AKP Eko Puji Waluyo menjelaskan, insiden bermula sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, korban baru saja selesai minum kopi dan berjalan menuju kandang kambing untuk memberi makan hewan ternaknya.

​”Insiden penganiayaan berat ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB ketika korban baru saja selesai minum kopi dan hendak memberi makan ternaknya di kandang. Secara tiba-tiba, terduga pelaku IH mendatangi korban dan melayangkan pukulan linggis besi ke arah rahang sebelah kiri hingga korban jatuh tersungkur,” ujar AKP Eko Puji Waluyo saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).

​Aksi nekat kakek berusia 80 tahun itu sempat diketahui oleh anaknya sendiri berinisial S, yang langsung berusaha melerai tindak kekerasan tersebut. Di saat bersamaan, anak korban berinisial SM bergegas memberikan pertolongan dan melarikan ayahnya ke Puskesmas terdekat guna mendapatkan perawatan medis darurat.

​Meski sempat mendapatkan penanganan medis atas luka robek yang cukup parah, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

​”Korban sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas dan menerima sekitar lima jahitan pada luka robek rahang kirinya. Namun, akibat pendarahan dan benturan keras yang dialami, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB,” ungkap Kasi Humas.

​Menerima laporan resmi dari warga pada siang hari, jajaran Polsek Sokobanah bersama Satreskrim Polres Sampang langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

​Tim gabungan yang terdiri dari Kapolsek Sokobanah, Pamapta SPKT, Tim Identifikasi (Inafis), serta Tim URC Satreskrim Polres Sampang langsung memasang garis polisi (police line) di area kandang kambing, membuat sketsa TKP, mengamankan barang bukti, dan melakukan pemeriksaan kondisi fisik korban. Penyidik juga telah meminta keterangan awal dari para saksi kunci di lokasi kejadian.

​Saat ini, terduga pelaku IH telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif.

​”Pihak Satreskrim Polres Sampang bersama Polsek Sokobanah masih mendalami motif utama di balik aksi yang dilakukan oleh terduga pelaku. IH kini dalam penanganan intensif untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkas AKP Eko Puji Waluyo. (Red/MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *