PAMEKASAN || JDN – Mengantisipasi potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), aparat gabungan dari Polsek Pademawu, Koramil Pademawu, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan menggelar aksi preventif masif di wilayah Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
Langkah taktis tersebut difokuskan pada pemasangan spanduk imbauan di sejumlah titik rawan serta pelaksanaan Penerangan Keliling (Penling) untuk menyampaikan pesan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) secara langsung kepada warga.
Mewakili Kapolres Pamekasan, Kasihumas IPDA Yoni Evan Pratama, S.H., M.M., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta kesadaran aktif masyarakat guna meminimalisasi risiko kebakaran di area pemukiman maupun lahan perkebunan.
”Langkah ini merupakan bentuk tindakan preventif kepolisian bersama TNI dan BPBD untuk menggugah kepedulian warga. Kami secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta membiasakan diri tidak membuang puntung rokok sembarangan,” ujar IPDA Yoni Evan Pratama.
Petugas menyusuri kawasan pemukiman dan jalur utama warga menggunakan sarana Penling guna memberikan edukasi langsung mengenai bahaya dampak karhutla. Selain sosialisasi lisan, spanduk edukatif turut dipasang di lokasi-lokasi strategis agar mudah terlihat oleh masyarakat luas.
Dalam aksi tersebut, petugas menekankan tiga poin utama imbauan kepada warga, Melarang penggunaan metode pembakaran dalam pembersihan lahan pertanian maupun pengelolaan sampah rumput kering.
Menghentikan kebiasaan membuang puntung rokok yang masih menyala di area semak-semak atau tepi jalan. Meminta warga segera melapor ke Polsek Pademawu atau BPBD Pamekasan jika menemukan titik api sekecil apa pun di lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan edukasi dan pencegahan karhutla di Kecamatan Pademawu berjalan lancar, aman, dan kondusif. Polres Pamekasan berharap sinergi antarinstansi dan partisipasi masyarakat terus terjaga demi mewujudkan lingkungan yang aman serta bebas dari ancaman bencana kebakaran. (Red/MLDN)














