Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Tuntut Profesionalisme, Massa FAAM Gedor Polrestabes Surabaya Terkait Kinerja 3 Polsek

×

Tuntut Profesionalisme, Massa FAAM Gedor Polrestabes Surabaya Terkait Kinerja 3 Polsek

Sebarkan artikel ini

SURABAYA || JDN –  Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya pada Jumat (22/5/2026) siang. Massa menuding sejumlah oknum anggota di tiga Kepolisian Sektor (Polsek) jajaran Polrestabes Surabaya lamban dan “tumpul” dalam menangani laporan perkara masyarakat.

​Massa aksi yang berangkat dari markas FAAM di Jalan Bulak Banteng Gang 1 No. 5 Surabaya ini tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Dengan membawa sejumlah spanduk berisi kritikan tajam, mereka menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja Polsek Tambaksari, Polsek Wonokromo, dan Polsek Simokerto.

​Aksi unjuk rasa yang dipimpin oleh Zainudin, Slamet, dan Ainul Yakin ini berjalan dinamis. Dalam orasinya, Zainudin mengkritik keras adanya oknum kepolisian di tingkat Polsek yang dinilai bekerja tidak profesional saat melayani aduan warga.

​”Kami datang ke sini untuk melaporkan kinerja tiga Polsek tersebut langsung kepada Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie, agar segera dievaluasi dan ditindaklanjuti,” ujar Zainudin yang diamini oleh Ainul dan Slamet di sela-sela aksi.

​Pantauan di lapangan, aksi sempat memanas ketika massa tertahan dan melakukan aksi mogok di depan pintu gerbang Mapolrestabes Surabaya. Hal ini dipicu karena Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie, belum bisa menemui massa secara langsung, sehingga sempat memunculkan ketidakpastian di tengah demonstran.

​Ketegangan akhirnya mereda sekitar pukul 15.30 WIB setelah perwakilan dari Polrestabes Surabaya menemui massa. Perwira Menengah Pengawas (Pamenwas) AKBP Nur Halim didampingi Wakapenwas, akhirnya mengizinkan perwakilan demonstran untuk masuk dan melakukan mediasi.

​Dalam audiensi yang berlangsung di ruang samping Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya, lima perwakilan FAAM yakni Zainudin, Slamet, Ainul Yakin, dengan didampingi oleh Haji Nurul serta Abd Asis menyampaikan seluruh poin tuntutan mereka.

​Selain persoalan di tiga Polsek (Simokerto, Wonokromo, dan Tambaksari), perwakilan FAAM ternyata juga mengadukan penanganan perkara yang ada di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya.

​Menanggapi aduan tersebut, AKBP Nur Halim menyatakan menerima seluruh aspirasi massa dan berjanji akan meneruskannya langsung kepada pimpinan tertinggi Polrestabes Surabaya.

​”Semua aspirasi sudah kami tampung dan akan segera disampaikan langsung ke Kapolrestabes Surabaya, karena beliaulah yang memiliki wewenang penuh sebagai pimpinan,” kata AKBP Nur Halim.

​Pihak Polrestabes Surabaya juga menyampaikan apresiasinya terhadap jalannya aksi yang tertib dan menilai kritik dari masyarakat sebagai bahan evaluasi internal yang penting.

​”Kami sangat berterima kasih kepada perwakilan FAAM. Tugas Polisi adalah bekerja sebagai pelayan masyarakat, biar tidak ada dusta di antara kita,” pungkas AKBP Nur Halim. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *