Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Jalan Penghubung Purwosari-Wonorejo Rusak Parah, Warga: “Nyawa Taruhannya!”

×

Jalan Penghubung Purwosari-Wonorejo Rusak Parah, Warga: “Nyawa Taruhannya!”

Sebarkan artikel ini

PURWOSARI, PASURUAN || JDN -Akses jalan kabupaten yang menghubungkan Dusun Puntir (Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari) melewati Desa Karang Jatianyar, hingga menembus Kecamatan Wonorejo, kini dalam kondisi rusak parah. Jalur utama yang menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas warga tersebut dipenuhi lubang dalam dan gelombang tinggi di sepanjang jalurnya.

​Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (16/5/2026), kerusakan ini diduga telah berlangsung bertahun-tahun tanpa adanya sentuhan perbaikan maupun pembangunan dari pemerintah daerah terkait. Padahal, jalur ini merupakan akses vital yang saban hari digunakan warga untuk bertani, bekerja, bersekolah, hingga mobilitas logistik hasil bumi.

​Kondisi jalan yang memprihatinkan ini tidak hanya menghambat aktivitas, tetapi juga mulai memakan korban materiel. Salah seorang pengendara roda empat yang melintas mengeluhkan dampak buruk dari hancurnya infrastruktur tersebut.

​“Waktu saya lewat jalan itu, bemper mobil saya sampai kebentur dan nyantol kena bekas aspal yang rusak, Mas. Jalannya parah sekali, banyak lubang besar dan bergelombang tinggi. Karena ban masuk ke lubang dalam begitu, akhirnya bagian bawah dan bemper mobil saya jadi rusak dan patah,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya kepada awak media, Sabtu (16/5).

​Selain kerugian materiel akibat kerusakan kendaraan, warga juga dihantui rasa cemas yang luar biasa, terutama saat menghadapi situasi darurat medis. Kondisi jalan yang menyerupai kubangan saat hujan dinilai dapat menghambat penanganan keselamatan nyawa manusia.

​“Saya sangat berharap pemerintah peduli dan segera perbaiki akses jalan ini. Bagaimana kalau ada orang sakit parah, atau ada ibu yang mau melahirkan mendadak? Kami takut sekali tidak bisa lewat sini dengan aman,” lanjutnya dengan nada prihatin.

​Ia menambahkan, kekhawatiran terbesar warga adalah risiko kendaraan mogok atau tersangkut di tengah jalan saat membawa pasien kritis. “Takutnya kendaraan malah tersangkut atau mogok di tengah jalan karena lubang-lubang dan gelombang yang parah ini, nyawalah yang jadi taruhannya,” tegasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda alat berat maupun upaya perbaikan dari dinas terkait di lokasi. Warga mendesak pemerintah kabupaten untuk segera memberikan solusi nyata demi menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *