SAMPANG || JDN – Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfudz, bersama Komandan Kodim (Dandim) 0828/Sampang, Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar, S.T., menghadiri peresmian serentak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) seluruh Indonesia pada Sabtu (16/05/2026).
Program nasional berskala masif ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, mengentaskan kemiskinan, serta menggenjot pertumbuhan ekonomi kerakyatan langsung dari akar rumput.
Dalam peluncuran serentak yang berpusat di Desa Ngelawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk ini, Kabupaten Sampang turut ambil bagian dengan meresmikan sembilan KDKMP yang tersebar di berbagai wilayah strategis.
Dandim 0828/Sampang, Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar, menegaskan bahwa keterlibatan Sampang dalam program ini merupakan komitmen nyata untuk mendorong kedaulatan pangan di tingkat lokal.
“Peresmian 1.061 KDKMP di seluruh Indonesia hari ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kedaulatan pangan, mengentaskan kemiskinan, dan memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya di Kabupaten Sampang,” ujar Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar.
Lebih lanjut, perwira dengan dua melati di pundak tersebut berharap gerakan koperasi ini mampu mengubah arah pembangunan ekonomi menjadi lebih inklusif dan berpusat di pedesaan.
“Ada sembilan KDKMP di wilayah Sampang yang ikut diresmikan. Gerakan ini nantinya diharapkan memusatkan pembangunan ekonomi dari tingkat desa guna menciptakan kemandirian dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sampang,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfudz, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis pemerintah pusat dalam menguatkan pondasi ekonomi desa melalui koperasi berbasis masyarakat. Beliau optimis program ini akan membawa dampak instan bagi geliat usaha di desa.
Menurut H. Ahmad Mahfudz, keberadaan KDKMP dapat menjadi motor penggerak utama ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Peluncuran KDKMP ini diikuti secara virtual dan luring oleh sejumlah daerah di Indonesia, menandai babak baru sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam membangun ketahanan nasional dari tingkat desa. (MLDN)














