JOMBANG || JDN – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Pendopo Kabupaten Jombang pada Rabu (17/4/2026) pagi. Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar prosesi penyambutan resmi kedatangan 360 jemaah haji Kloter 60 Embarkasi Surabaya yang telah tiba kembali di tanah air dengan selamat.
Rombongan jemaah yang berasal dari 21 kecamatan se-Kabupaten Jombang ini mendarat di Bandara Internasional Juanda pada pukul 08.20 WIB setelah menempuh perjalanan udara dari Jeddah. Sebelum diberangkatkan menuju Jombang, para jemaah terlebih dahulu transit di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dan tiba di Pendopo Kabupaten Jombang sekitar pukul 10.30 WIB.
Dalam sambutannya, Bupati Jombang menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepulangan seluruh jemaah dalam kondisi sehat walafiat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang dan masyarakat, kami ucapkan selamat datang kembali di kota Jombang. Semoga seluruh rangkaian ibadah Panjenengan diterima Allah SWT dan menyandang predikat haji mabrur. Kepulangannya membawa keberkahan, membawa perubahan akhlak yang lebih baik untuk keluarga dan lingkungan,” ujar Bupati di hadapan para jemaah dan keluarga yang menjemput.
Tak lupa, Bupati juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter 60, Tim Kesehatan, serta Petugas Haji Daerah (PHD) yang telah bekerja keras mendampingi jemaah selama 40 hari menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang dalam laporan resminya memastikan bahwa seluruh jemaah haji yang berangkat dari Kloter 60 berhasil kembali ke kampung halaman tanpa ada kekurangan jumlah.
“Alhamdulillah seluruh jemaah Kloter 60 asal Jombang tiba lengkap 360 orang. Secara umum kondisi fisik sehat. Ada 3 jemaah lansia yang kami beri penanganan khusus karena faktor usia dan kelelahan perjalanan, namun sekarang sudah stabil dan bisa berkumpul bersama keluarga,” jelas Kepala Kantor Kemenag Jombang.
Acara penyambutan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu Tokoh Agama Kabupaten Jombang. Setelah doa berakhir, tangis haru pun pecah saat pihak keluarga akhirnya diperbolehkan memeluk para jemaah. Suasana pendopo seketika berubah menjadi ajang silaturahmi yang penuh dengan riuh rasa syukur.
Di tengah riuhnya penjemputan, ada satu momen unik yang mencuri perhatian warga dan awak media di lokasi. Di saat jemaah lain dijemput menggunakan mobil pribadi atau minibus, Ponidi, jemaah haji asal Desa Dapurkejambon, justru memilih pulang dengan moda transportasi yang berbeda.
Ponidi dan keluarganya meninggalkan area pendopo dengan menaiki Becak Motor (Bentor). Keputusan ini ternyata bukan tanpa alasan, melainkan sebuah bentuk keteguhan hati untuk menunaikan janji suci kepada orang tercinta.
“Ini merupakan amanat dari almarhumah istrinya, kalau pulang dari haji nanti pulangnya mau naik becak,” ungkap Ponidi dengan penuh haru, menjelaskan alasan di balik aksi uniknya yang menyentuh hati tersebut.
Hingga seluruh jemaah meninggalkan lokasi, prosesi kepulangan Kloter 60 di Kabupaten Jombang ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. (Yanti)














