Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Sulap Limbah Jadi Komoditas Ekspor, UMKM Binaan Polres Gresik Tembus Pasar Internasional

×

Sulap Limbah Jadi Komoditas Ekspor, UMKM Binaan Polres Gresik Tembus Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN  Limbah pertanian yang kerap dianggap tidak bernilai kini menjelma menjadi komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi. Melalui tangan kreatif PT Aji Bakuh Anugrah (ABA), Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Polres Gresik, sekam padi dan sisa organik sukses diolah menjadi produk ramah lingkungan yang menembus pasar internasional.

​Keberhasilan inovasi berbasis ekonomi kerakyatan ini mendapat apresiasi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur, Jumat (15/5/2026). Di sela peninjauan kesiapan pengamanan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto di Museum Marsinah, Kapolri yang didampingi jajaran Mabes Polri serta Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, memberikan atensi khusus terhadap program pemberdayaan ekonomi lokal tersebut.

​Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan, peran kepolisian saat ini tidak lagi terbatas pada aspek pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan juga menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi warga.

​”Kepolisian tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu tumbuh secara ekonomi melalui sektor usaha produktif,” ujar AKBP Ramadhan Nasution saat mendampingi kunjungan Kapolri.

​Saat ini, PT ABA telah berhasil mengekspor dua produk unggulan mereka, yakni arang sekam (bio-carbon) dan feedmeal. Kedua produk tersebut memanfaatkan melimpahnya limbah pertanian di wilayah agraris Gresik untuk diolah menjadi material bernilai tinggi bagi kebutuhan industri dan peternakan global. Pemanfaatan sekam padi ini dinilai strategis dalam menciptakan ekosistem green economy (ekonomi hijau) berbasis keberlanjutan.

​Limbah yang dulunya terbuang kini bertransformasi menjadi produk biomass, material insulasi untuk industri baja, hingga pakan ternak alternatif yang diminati pasar luar negeri.

​Untuk menembus pasar ketat seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Timur Tengah, PT ABA menerapkan standardisasi mutu yang ketat. Produk yang dihasilkan wajib memenuhi spesifikasi internasional, mulai dari parameter kadar air, kualitas karbon, hingga kandungan nutrisi untuk pakan ternak.

​Selain keunggulan mutu dan legalitas ekspor yang lengkap seperti Certificate of Origin (COO), letak geografis Kabupaten Gresik juga memberikan keuntungan strategis. Kedekatan lokasi pabrik dengan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya memangkas jalur logistik, sehingga biaya pengiriman menjadi lebih efisien dan kompetitif di pasar global.

​Pihak manajemen PT ABA melihat bahwa meningkatnya tren penggunaan produk ramah lingkungan di berbagai negara merupakan peluang besar yang harus ditangkap oleh pelaku industri berbasis limbah organik di Indonesia.

​“Kami mengolah bahan organik bernutrisi menjadi pakan ternak berkualitas. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi bagaimana limbah pertanian Indonesia mampu menjadi solusi bagi ketahanan pangan dan energi global,” tutur perwakilan direksi PT ABA.

​Keberhasilan UMKM binaan Polres Gresik ini menjadi preseden positif bahwa inovasi lokal mampu berbicara banyak di kancah dunia. Di tengah penguatan isu keberlanjutan global, langkah mengubah pola pikir terhadap limbah terbukti tidak hanya mendatangkan profit stabilitas ekonomi, namun juga memberikan dampak positif yang nyata bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat luas. (Berdy)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *