JOMBANG || JDN – Suasana khidmat dan sakral menyelimuti Gedung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah, Desa Banjardowo Gedangkeret, Kecamatan Jombang, saat prosesi pengesahan 569 calon warga baru Tingkat 1 Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jombang Pusat Madiun tahun 2026 sukses digelar.
Acara yang menjadi agenda spiritual tahunan setiap bulan Muharram (Suro) ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang serta Sekretaris Daerah (Sekda) Jombang, Kangmas Agus Purnomo, S.H., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Jombang sekaligus sebagai bagian dari keluarga besar SH Terate.
Prosesi sakral ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, pengucapan ikrar, hingga gemuruh Mars PSHT yang menggema di seluruh ruangan gedung.
Ketua PSHT Cabang Jombang Pusat Madiun, Kangmas Subiyantoro, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran acara tersebut. Ia mengapresiasi kehadiran Sekda Jombang, jajaran Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Komandan Kodim 0814, Komandan Satrad 405 Ploso, serta seluruh jajaran Forkopimda.
Dalam wejangannya, Kangmas Subiyantoro memberikan instruksi tegas kepada ratusan warga baru untuk senantiasa mengimplementasikan ajaran luhur organisasi di tengah masyarakat.
”Buat warga baru, jaga ajaran budi pekerti luhur, kejujuran, dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jauhi pergaulan negatif seperti konvoi di jalanan dan minuman keras (miras) yang memicu kerusuhan serta meresahkan masyarakat. Jaga kamtibmas serta nama baik organisasi. Mari kembangkan SH Terate dengan prestasi, dan jadikan pencak silat ini sebagai warisan budaya yang membanggakan,” tegas Kangmas Subiyantoro.
Dirinya juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun Kangmas Drs. H. Moerdjoko HW, Kangmas Heru Suprobo, Kangmas Gatot Suhariyanto, tim dewan pengesahan, serta seluruh pengurus cabang hingga ranting yang telah menyukseskan acara ini
Senada dengan hal tersebut, Sekda Jombang Kangmas Agus Purnomo, mewakili Bupati Jombang, mengungkapkan rasa bangganya atas disahkannya para pendekar muda tersebut.
Menurutnya, momentum bulan Suro memiliki makna spiritual yang mendalam bagi organisasi yang berdiri sejak 1922 ini.
“Bulan Suro bukan sekadar pergantian kalender. Bagi PSHT, ini adalah momentum kelahiran kembali secara spiritual untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan akhlak mulia yang sesuai dengan AD/ART organisasi,” ujar Agus Purnomo.
Ia juga memuji konsistensi para pengurus dan pelatih dalam menjaga kemurnian ajaran organisasi.
“PSHT sudah eksis jauh sebelum NKRI berdiri. Hingga saat ini, PSHT tetap kokoh dengan falsafah Memayu Hayuning Bawono, yang bermakna memperindah kehidupan dunia. Ini menjadikan PSHT bukan sekadar perguruan bela diri, tetapi juga pembentuk jiwa dan akhlak mulia,” tambahnya.
Sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter, Agus Purnomo menitipkan tiga pesan penting kepada warga baru untuk Memegang teguh ajaran PSHT, Menjaga nama baik organisasi, Berperan aktif dalam pembangunan masyarakat dan bangsa, khususnya demi kemajuan Jombang.
“Di tengah tantangan nilai moral dan arus informasi yang kerap bertentangan dengan jati diri bangsa, saya ingin kalian menjadi mercusuar karakter bangsa. Jadilah generasi yang unggul, berintegritas, dan cinta tanah air,” seru Sekda Jombang.
Menutup sambutannya, Kangmas Agus Purnomo membakar semangat para pendekar yang hadir dengan semboyan abadi organisasi.
“Selama matahari terbit dari timur, dan bumi masih dihuni manusia, selama itu pula Persaudaraan Setia Hati Terate akan tetap kekal Jaya Abadi selamanya!” pungkasnya. (Yanti)














