Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Pascabentrok LSM di Wringinanom, Gus Aulia Ingatkan Jaga Kondusivitas Gresik dan Kedepankan Dialog

×

Pascabentrok LSM di Wringinanom, Gus Aulia Ingatkan Jaga Kondusivitas Gresik dan Kedepankan Dialog

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN –  Ketegangan sosial yang dipicu oleh aksi demonstrasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asal luar daerah di Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, memantik respons serius dari berbagai pihak. Menanggapi insiden yang nyaris berujung bentrok fisik tersebut, Pengamat Hukum sekaligus Ketua Presidium DPP Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Gus Aulia, SE., SH., MM., M.Ph., angkat bicara dan meminta semua pihak menahan diri demi menjaga kerukunan antar-sesama.

​Dalam pernyataannya pada Jumat (26/6/2026), Gus Aulia memberikan kritik tajam sekaligus pandangan berimbang terkait dinamika kontrol sosial di lapangan. Di satu sisi, ia mengakui bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) sehingga setiap warga negara memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengawasi anggaran negara tanpa batasan wilayah. Namun, di sisi lain, ia menyayangkan pola pergerakan massa yang langsung turun ke jalan tanpa melalui tahapan tabayun (klarifikasi).

​”Sebagai sesama penggiat sosial, saya sangat menyayangkan cara-cara yang mengedepankan kegaduhan di atas dialog. Datang dari luar wilayah, lalu langsung melakukan orasi tanpa verifikasi, adalah bentuk pengabaian terhadap kearifan lokal. Ini terkesan egois dan hanya ingin menang sendiri,” ujar Gus Aulia tajam.

​Jurnalis investigasi nasional ini mengingatkan bahwa pengelolaan anggaran pemerintah telah memiliki sistem monitoring, evaluasi (monev), serta pengawasan dari lembaga auditor resmi. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, langkah yang objektif dan profesional adalah menempuh jalur hukum formal atau klarifikasi melalui inspektorat.

​”Jangan sampai demonstrasi dijadikan langkah pertama, melainkan harus menjadi opsi terakhir. Mari kita jaga stabilitas daerah dengan cara yang elegan, profesional, dan tetap menjunjung tinggi prinsip koordinasi agar tidak terkesan saling mengacak-ngacak.daerah lain,” tambahnya.

​Berdasarkan data yang dihimpun, ketegangan bermula pada Rabu (24/6/2026) ketika puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia asal Kabupaten Lamongan menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Wringinanom, Gresik.

​Aksi tersebut mendapat penghadangan dari gabungan LSM dan jurnalis lokal Gresik. Pihak elemen lokal mempertanyakan legalitas serta urgensi kedatangan massa dari luar daerah tersebut, hingga situasi di lokasi sempat memanas dan nyaris memicu bentrok fisik.

​Demi menghindari konfrontasi yang lebih meluas, koordinator aksi asal Lamongan, Ahmad Fauzi, memilih menarik mundur massanya. Langkah taktis kemudian diambil dengan melimpahkan laporan resmi dugaan korupsi beserta bukti-bukti otentik ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pada Kamis (25/6/2026).

​Meskipun laporan telah dialihkan ke jalur hukum, respons miring tetap datang dari elemen lokal. Ketua Front Pembela Suara Rakyat (FPSR) Gresik, Aris Gunawan, menilai bahwa demonstrasi jalanan yang dilakukan oleh kelompok luar daerah tersebut kurang etis. Menurutnya, pergerakan itu telah memicu kegaduhan di tengah masyarakat Wringinanom yang awalnya tenang dan kondusif.

​Guna mengantisipasi pergerakan elemen luar daerah di masa mendatang agar tidak menimbulkan tindakan anarkis, elemen lokal Gresik merumuskan lima langkah strategis:

​Memeriksa izin operasional LSM luar daerah di Bakesbangpol Gresik serta menegaskan asas domisili berdasarkan UU Ormas.

​Mendorong penyelesaian langsung di meja hukum (Kejari/Polres) untuk menguji validitas bukti, bukan sekadar membangun opini di jalanan.

​Menyatukan persepsi seluruh elemen asli Gresik untuk menolak keras segala bentuk provokasi atau agenda tersembunyi (hidden agenda).

​Memperketat izin keramaian dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) menindak tegas jika terjadi pelanggaran hukum atau pencemaran nama baik.

​Melakukan investigasi mendalam melalui produk jurnalistik yang tajam untuk menelisik motif asli di balik pergerakan tersebut agar warga tidak mudah di adu domba.

​Saat ini, pihak Kejari Gresik menegaskan akan segera melakukan telaah mendalam terkait laporan dugaan korupsi yang diserahkan oleh Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia. Sementara itu, situasi di wilayah Wringinanom dilaporkan telah sepenuhnya kembali aman dan kondusif.

​Sebagai penutup, Gus Aulia menyelipkan pesan moral yang mendalam bagi seluruh aktivis dan penggiat sosial di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Gresik.

​”Mari kita tegakkan Amar Makruf Nahi Munkar dengan cara yang benar. Jangan sampai justru ‘Nyamar Makruf dan Nyambi Mungkar’. Mari saling menghormati, mengedepankan profesionalisme, dan bersama-sama menjaga kondusivitas Jawa Timur,” pungkasnya. (Berdy/Pungky)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *