Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Kapal Pengangkut 3 Ton Besi Tua Karam di Perairan Gresik: 1 Tewas, 2 Selamat, 2 Masih Hilang

×

Kapal Pengangkut 3 Ton Besi Tua Karam di Perairan Gresik: 1 Tewas, 2 Selamat, 2 Masih Hilang

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN – Insiden kecelakaan laut menimpa sebuah perahu nelayan bermuatan besi tua di perairan Pelabuhan Umum Gresik, Sabtu malam (2/5). Kapal tersebut karam setelah dihantam gelombang, menyebabkan satu orang meninggal dunia, dua orang selamat, dan dua anak buah kapal (ABK) lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

​Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, perahu tersebut berangkat dari pesisir Lumpur, Gresik, menuju Kamal, Madura, sekitar pukul 15.00 WIB untuk mengambil muatan besi tua.

​Sekitar pukul 21.00 WIB, dalam perjalanan pulang menuju Gresik dengan membawa muatan kurang lebih 3 ton, perahu tersebut diduga dihantam gelombang tinggi yang dipicu oleh kapal besar yang melintas. Kondisi muatan yang berat menyebabkan air cepat masuk ke dalam lambung kapal. Akibatnya, kapal miring dan tenggelam tepat di depan dermaga Pelabuhan Umum Gresik.

​Proses pencarian dan evakuasi korban dipantau langsung oleh berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat (ormas) Madura Asli (Madas). Ketua Madas Sedarah DPC Kabupaten Gresik, Abah Salim, menyatakan pihaknya terus mengawal proses pencarian hingga tuntas.

​”Kami dari Madas Sedarah DPC Gresik bersama Tim SAR Polairud dan Tim IT Media Madas, Gus Aulia, terus memantau setiap jengkal pergerakan di lokasi. Sampai sore ini, pukul 14.53 WIB, proses pencarian masih terus berlangsung. Kami memutari area koordinat tenggelamnya kapal yang memuat besi tua tersebut, namun tanda-tanda keberadaan dua korban lainnya belum juga terlihat,” ujar Abah Salim di lokasi kejadian, Minggu (3/5).

​Dalam operasi tersebut, Gus Aulia selaku Tim IT Media Madas turut memantau melalui perangkat teknis guna memastikan akurasi titik koordinat pencarian di lokasi jatuhnya kapal.

​Kasat Polairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Ardita, mengonfirmasi bahwa kapal tersebut berawak 5 orang ABK. Berikut adalah data para korban ​Selamat (2 orang) Berhasil dievakuasi oleh TB Wales dan KM Kutai Raya, ​Meninggal Dunia (1 orang) Korban berinisial S (42), warga Tambak Dalam, Asemrowo, Surabaya. Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina, ​Hilang/Dalam Pencarian (2 orang) Korban berinisial H.A (60) dan H (32), keduanya merupakan warga Gresik.

​AKP I Nyoman Ardita menegaskan bahwa Satpolairud Polres Gresik terus bersinergi dengan Basarnas, BPBD, Ditpolairud, KPLP, Kamladu, serta elemen masyarakat termasuk Madas Sedarah dalam melakukan penyisiran.

​”Pencarian akan kami maksimalkan selama tujuh hari ke depan. Kami kerahkan seluruh personel dan armada untuk menyisir area sekitar kejadian,” tegas AKP Nyoman.

​Meskipun tim di lapangan menghadapi kendala berupa deburan ombak dan angin kencang, upaya pencarian tetap berjalan dengan komitmen penuh dari aparat keamanan dan dukungan masyarakat.

​Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan para korban untuk segera menghubungi layanan Lapor Kapolres (Cak Rama) di nomor 0811-8800-2006 atau melalui Call Center 110. (MLDN/Berdy)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *