GRESIK || JDN – PT Nusa Karya Mulya Medika (PT NKMM) sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Perusahaan produsen alat kesehatan dalam negeri ini berhasil menyabet Juara II Bidang Kesehatan dalam ajang Lomba Inovasi Tingkat Nasional 2026 yang digelar oleh Pusat Studi dan Inovasi (PSI) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Selasa (9/6/2026).
Kompetisi bergengsi ini menjadi panggung pembuktian bagi PT NKMM lewat inovasi bertajuk Sunat Modern Plasma Energy.
Teknologi sirkumsisi (khitan) mutakhir ini berhasil menyisihkan ratusan kompetitor dari seluruh Indonesia. Dari total 210 peserta yang lolos seleksi administrasi, hanya 24 finalis terbaik yang melaju ke babak final, di mana masing-masing kategori hanya menyisakan enam finalis.
Gelaran ini turut mendapat dukungan penuh dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan sinergi hilirisasi riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam babak final, PT NKMM diwakili oleh Ns. Wardi, S.Kep., yang mempresentasikan langsung keunggulan teknologi Plasma Energy di hadapan dewan juri.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT NKMM yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengikuti lomba inovasi tingkat nasional ini. Alhamdulillah, kami berhasil meraih Juara II Bidang Kesehatan. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Wardi saat ditemui usai pengumuman pemenang.
Inovasi yang dibawa oleh PT NKMM ini berfokus pada tiga aspek utama pelayanan kesehatan: keamanan, kenyamanan pasien, dan efisiensi tindakan medis.
Secara teknis, alat ini mengintegrasikan sistem Needle-less Local Anesthesia atau pemberian pembiusan lokal tanpa jarum suntik. Metode ini diklaim ampuh menekan fobia jarum suntik dan mengurangi kecemasan secara signifikan, terutama pada pasien anak-anak.
Selain itu, pemanfaatan energi plasma memungkinkan pemotongan jaringan secara presisi dengan tingkat pendarahan yang sangat minimal. Efek trauma jaringan yang minim ini secara langsung mempercepat proses regenerasi sel dan penyembuhan luka, sehingga pasien dapat lebih cepat kembali beraktivitas normal.
Bukan sekadar purwarupa (prototipe), perangkat Plasma Energy produksi PT NKMM ini telah mengantongi izin edar resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan sudah masuk dalam sistem pengadaan barang pemerintah (E-Katalog). Hal ini memberikan jaminan legalitas, mutu, dan keamanan penuh bagi tenaga medis yang menggunakannya di lapangan.
Wardi membeberkan bahwa di balik kesuksesan alat ini, ada proses riset dan regulasi panjang yang harus dilewati oleh perusahaan.
“Proses menciptakan alat ini hingga memperoleh izin edar dari Kementerian Kesehatan membutuhkan waktu sekitar dua tahun, dengan pengorbanan tenaga, pikiran, dan biaya yang tidak sedikit. Namun semua itu terbayar ketika melihat inovasi ini dapat memberikan manfaat bagi tenaga kesehatan dan masyarakat luas,” ungkap Wardi menambahkan.
Keberhasilan PT NKMM di ajang nasional ini mempertegas komitmen perusahaan dalam mendorong kedaulatan teknologi medis di Indonesia. Produk ini menjadi bukti bahwa inovasi lokal mampu bersaing dan memenuhi standar regulasi ketat yang ditetapkan pemerintah.
Manajemen PT NKMM menegaskan bahwa prestasi ini akan menjadi motor penggerak bagi seluruh insan perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas produk dalam negeri. Langkah ini juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung agenda besar kemandirian alat kesehatan (alkes) nasional demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Bagi PT NKMM, esensi dari sebuah inovasi bukan sekadar melahirkan komoditas baru di pasar. Lebih dari itu, inovasi adalah tentang bagaimana menghadirkan solusi konkret yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.














