SURABAYA || JDN – Satuan Samapta Polrestabes Surabaya mengamankan empat pemuda yang kedapatan melakukan aksi vandalisme di kawasan Viaduk Gubeng, Surabaya. Sebagai bentuk pembinaan, para pelaku kini menjalani sanksi sosial di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih sejak Minggu (12/4/2026).
Langkah tegas ini diambil sebagai upaya menjaga estetika kota sekaligus memberikan efek jera melalui pendekatan humanis. Keempat pemuda yang diketahui warga Kenjeran berusia 20-21 tahun tersebut, mulai menjalani aktivitas pembinaan di Liponsos pada pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Putra, menyatakan bahwa penanganan kasus ini mengedepankan keseimbangan antara ketegasan hukum dan aspek pembinaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku baru pertama kali melakukan aksi corat-coret di fasilitas publik tersebut.
Meski demikian, AKBP Erika menegaskan pihak kepolisian tidak lantas percaya begitu saja dan terus melakukan pendalaman kasus.
“Pengakuan mereka menjadi pintu awal. Namun kami tetap melakukan pendalaman, karena tidak menutup kemungkinan aksi ini bagian dari jaringan atau kelompok tertentu,” ujar AKBP Erika usai memimpin apel di Mapolrestabes Surabaya, Senin (13/4/2026).
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan cat semprot (pilox) untuk mencoret dinding fasilitas umum. Polisi mengidentifikasi perbuatan ini sebagai bentuk aktualisasi diri yang keliru karena mengabaikan kerugian masyarakat serta merusak wajah kota.
Selain mengamankan para pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa telepon genggam dan kendaraan bermotor yang digunakan saat beraksi.
“Seluruh proses penanganan dilakukan dengan pendataan lengkap sebagai bagian dari upaya preventif ke depan,” tambah Erika.
Guna memastikan para pemuda tersebut tidak mengulangi perbuatannya, Polrestabes Surabaya melibatkan pihak keluarga dalam proses pembinaan. Para orang tua atau wali dihadirkan sebagai penjamin untuk melakukan pengawasan berkelanjutan di lingkungan rumah.
AKBP Erika memastikan bahwa jajarannya akan terus meningkatkan intensitas patroli untuk menindak pelanggaran ketertiban umum, termasuk vandalisme. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif berkolaborasi menjaga kebersihan kota.
“Kolaborasi antara warga dan Kepolisian menjadi kunci dalam menciptakan kota yang aman, bersih, dan nyaman,” pungkasnya. (MLDN)














