SURABAYA || JDN – Dugaan kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Surabaya. Tiga anak di bawah umur diduga menjadi korban penganiayaan berat di kawasan Jalan Bulak Sari, Bulak Rukem, Surabaya, tepatnya di sekitar area sebuah majelis zikir. Kasus ini kini memicu kecaman keras dari pihak kuasa hukum korban.
Berdasarkan kesaksian salah satu korban, QZ (nama disamarkan), aksi kekerasan tersebut diduga dilakukan oleh tiga orang pria dengan peran berbeda. Salah seorang terduga pelaku yang memiliki tato disebut melakukan tindakan paling brutal.
”Dia (terduga pelaku bertato) memukul menggunakan kayu balok, menendang, dan melakukan tindakan kekerasan fisik lainnya kepada kami,” ungkap QZ dalam keterangannya.
Sementara itu, dua terduga pelaku lainnya yang berada di lokasi digambarkan memiliki ciri-ciri fisik yang spesifik. Satu orang pria berjenggot dan mengenakan pakaian hitam, sedangkan satu pelaku lainnya merupakan seorang pria berambut gondrong.
Akibat peristiwa tersebut, ketiga korban yang masih di bawah umur, yakni QZ, SA, dan L, dilaporkan mengalami luka-luka fisik serta trauma psikologis yang mendalam.
Merespons kejadian ini, tim kuasa hukum korban mendesak Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk bergerak cepat mengusut tuntas perkara dan segera membekuk para pelaku.
”Kami mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap anak-anak di bawah umur. Kami berharap aparat penegak hukum bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam menangani perkara ini agar para pelaku segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tegas perwakilan tim kuasa hukum korban saat memberikan pernyataan kepada media.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian diharapkan segera melakukan penyelidikan mendalam, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi guna mengungkap fakta utuh di lapangan dan memastikan keadilan bagi para korban. (MLDN)














