Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Diduga Tersangkut Karang, Nelayan Pulau Mandangin Berpenyakit Stroke Hilang Terjatuh dari Kapal

×

Diduga Tersangkut Karang, Nelayan Pulau Mandangin Berpenyakit Stroke Hilang Terjatuh dari Kapal

Sebarkan artikel ini

SAMPANG || JDN –  Operasi pencarian besar-besaran tengah dilakukan oleh Tim SAR gabungan di perairan Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Hal ini menyusul laporan hilangnya seorang nelayan paruh baya setelah terjatuh dari buritan kapal pada Sabtu petang (16/5/2026).

​Korban diidentifikasi bernama Jumail (57), seorang warga Dusun Candin, Desa Pulau Mandangin. Hingga Minggu pagi (17/5/2026), keberadaan korban masih belum ditemukan, dan petugas terus berpacu dengan waktu guna menyisir area lokasi kejadian.

​Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari dua saksi mata di lokasi, Hasim dan Hamdi, insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 17.50 WIB. Saat itu, kapal yang mereka tumpangi sudah hampir tiba di tempat tujuan. Namun, kapal mendadak tersangkut karang secara tak terduga.

​Benturan keras tersebut mengakibatkan korban yang saat itu berada di bagian buritan kapal terpental ke laut. Faktor kondisi fisik korban yang diketahui tengah menderita stroke diduga kuat memperparah situasi, membuat korban kesulitan untuk menyelamatkan diri saat terhempas ke air.

​Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Mohammad Hozin, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian hari pertama telah resmi dimulai dengan mengerahkan seluruh elemen SAR yang ada.

​“Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dengan metode penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” ujar Mohammad Hozin saat memberikan keterangan resmi pada Minggu (17/5/2026).

​Hozin menambahkan, meski kondisi riwayat stroke korban turut menjadi perhatian, pihak kepolisian dan otoritas terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti mengapa korban tidak dapat menyelamatkan diri.

​Untuk memaksimalkan pencarian, operasi ini melibatkan sinergi dari berbagai instansi, meliputi ​BPBD Sampang, ​Satpolairud Polres Sampang, ​Basarnas Pos SAR Sumenep dan ​Perangkat desa setempat serta ​Aliansi nelayan dan masyarakat Mandangin.

​Armada taktis yang diterjunkan ke titik koordinat hilangnya korban terbilang komprehensif, mulai dari perahu karet dan speedboat milik BPBD Sampang, speedboat Satpolairud Polres Sampang, perahu karet Basarnas, hingga puluhan kapal nelayan warga yang sukarela membantu penyisiran.

​Hingga berita ini diturunkan pada Minggu pagi, kondisi cuaca di wilayah perairan Kabupaten Sampang terpantau cerah berawan. Kondisi gelombang dan visibilitas yang bersahabat ini dinilai sangat mendukung pergerakan armada tim gabungan dalam melakukan penyisiran demi menemukan korban secepatnya. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *