GRESIK || JDN – Ribuan warga memadati kawasan Masjid Kyai Robbah Makhsum Islamic Center, Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, pada Minggu (28/6/2026). Antusiasme massa tersebut dipicu oleh gelaran Festival Tumpeng dan Gunungan Nasi Krawu Terbanyak yang berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Agenda budaya yang diinisiasi oleh Komunitas Wartawan Gresik (KWGe) ini melibatkan sedikitnya 3.000 peserta. Di bawah komando Miftahul selaku Ketua Panitia, festival ini sukses menjadi salah satu magnet wisata budaya terbesar di Kabupaten Gresik sepanjang tahun 2026, sekaligus menjadi ajang efektif dalam melestarikan kuliner khas daerah.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik, di antaranya Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik, H. Asluchul Alif, Dandim 0817/Gresik, Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution serta Tokoh masyarakat setempat.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi yang khidmat dan semarak, mulai dari menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, santunan kepada anak yatim oleh jajaran Forkopimda, hingga penampilan tari Remo sebagai penyambutan.
Sebelum memasuki acara inti, penonton juga disuguhi drama kolosal dan sambutan dari Ketua KWGe serta Bupati Gresik. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piagam Rekor MURI secara resmi kepada KWGe dan Pemerintah Kabupaten Gresik.
Puncak kemeriahan pecah saat ribuan bungkus nasi Krawu yang menyusun gunungan dan tumpeng mulai dibagikan kepada masyarakat. Warga yang telah menyemut sejak pagi saling berbagi dengan tertib, menciptakan suasana penuh keakraban.
Dandim 0817/Gresik, Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, festival ini tidak hanya sekadar mengejar seremonial rekor, tetapi memiliki esensi yang lebih dalam bagi persatuan warga.
”Festival ini bukan sekadar upaya memecahkan Rekor MURI, tetapi menjadi bukti nyata bahwa budaya mampu menyatukan masyarakat. Antusiasme ribuan pengunjung menunjukkan tingginya rasa memiliki terhadap warisan kuliner khas Gresik,” ujar Letkol Inf Fadly Subur Karamaha.
Ia menambahkan, “Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu memperkuat kebersamaan, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memperkenalkan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.”
Setelah prosesi pembagian nasi Krawu selesai, acara ditutup dengan penyerahan hadiah lomba dan panggung hiburan musik.
Melalui kesuksesan ini, Festival Tumpeng dan Gunungan Nasi Krawu diharapkan dapat dipatenkan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Gresik. Selain memperkuat identitas Kota Pudak, festival ini menjadi simbol konkret gotong royong masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus mendongkrak sektor pariwisata daerah. (MLDN/Berdy)














