SAMPANG || JDN – Komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat kembali ditunjukkan secara nyata di lapangan. Sebuah aksi humanis diperlihatkan oleh salah satu personel Sat Samapta Polres Sampang, Aipda Joko Sulistyo, S.H., yang sigap membantu seorang warga saat sepeda motornya mendadak mogok di tengah jalan.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Aipda Joko tengah melaksanakan tugas patroli rutin di kawasan perempatan Jalan Lingkar Selatan (JLS), Desa Aengsareh, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang.
Melihat seorang ibu yang tampak kesulitan mendorong kendaraan roda duanya, Aipda Joko langsung berinisiatif menghentikan laju kendaraan patrolinya untuk memberikan pertolongan.
“Saat sedang patroli, saya melihat ibu-ibu yang sedang mendorong motornya. Selanjutnya, saya segera menghampiri dan menanyakan kenapa dengan sepeda motornya,” ujar Aipda Joko saat dikonfirmasi, Senin (29/07/2026).
Tanpa ragu, ia segera memeriksa kondisi kendaraan tersebut dan mencoba menyalakan mesinnya secara manual. Setelah beberapa kali melakukan upaya penyalaan (engkol), mesin sepeda motor tersebut akhirnya berhasil hidup kembali.
Bagi Aipda Joko, aksi spontan yang dilakukannya merupakan bagian dari kewajiban moral dan profesional sebagai seorang pelayan masyarakat yang harus selalu hadir di saat warga membutuhkan bantuan.
“Setelah kita nyalakan berulang kali, alhamdulillah bisa nyala. Kita ini anggota Polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Sudah seharusnya kita membantu masyarakat yang kesusahan, atau lagi kesulitan,” imbuhnya menegaskan nilai dasar Korps Bhayangkara.
Di sisi lain, pengendara sepeda motor yang enggan disebutkan identitasnya tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh personel Kepolisian. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran polisi di waktu yang tepat.
“Terima kasih atas bantuannya ya Pak Polisi, semoga amal ibadah dibalas Allah SWT,” ucap warga tersebut dengan penuh rasa syukur.
Aksi simpatik ini menjadi contoh nyata bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, melainkan juga pada aspek kemanusiaan dan pelayanan yang tulus. (MLDN/Sup)














