SAMPANG || JDN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menggelar kegiatan Deklarasi Perang Melawan Narkoba sekaligus silaturahmi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) “Madura Bersinar”. Acara tersebut berlangsung khidmat di Pringgitan Pendopo Trunojoyo, Kabupaten Sampang, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol. Budi Mulyanto. Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), tokoh masyarakat, serta para kiai dan alim ulama dari seluruh wilayah Madura.
Dalam sambutannya, Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol. Budi Mulyanto menegaskan bahwa pemberantasan komoditas haram ini tidak dapat bertumpu hanya pada aparat penegak hukum. Perang melawan narkoba harus menjelma menjadi gerakan masif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuka agama.
“Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat. Dibutuhkan peran aktif masyarakat dan para ulama untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika,” tegas Budi Mulyanto saat memberikan pemaparan di hadapan para ulama yang hadir.
Budi juga menekankan krusialnya penguatan program P4GN di wilayah Madura. Sinergi ini diharapkan mampu mengakselerasi terciptanya lingkungan yang bersih dan membentengi masyarakat dari bahaya peredaran gelap narkotika.
Langkah tegas BNNP Jawa Timur ini mendapat respons positif dan dukungan penuh dari kalangan ulama Madura. Kehadiran para kiai dalam deklarasi ini menjadi simbol komitmen kuat dalam membentengi moral umat.
“Narkoba adalah musuh bersama yang merusak moral dan masa depan generasi bangsa. Kami para ulama siap mendukung program BNN demi menyelamatkan anak-anak bangsa,” ujar salah satu kiai yang hadir dalam kegiatan tersebut, Sabtu (23/05/2026).
Deklarasi yang berlangsung penuh semangat kebersamaan ini diharapkan menjadi titik balik penguatan benteng sosial-keagamaan di Madura dalam melawan narkotika, demi mewujudkan visi Madura Bersinar (Bersih dari Narkoba).
Selain kepala BNNP Jatim dan para ulama, agenda ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat utama BNNP Jatim, perwakilan BNN Kabupaten Sumenep, Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Bakesbangpol Kabupaten Sampang, unsur masyarakat, serta insan media. (MLDN)














