Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Atasi Pengurangan Dana Pusat, Pemkab Sampang Bentuk Forum CSR Satu Pintu

×

Atasi Pengurangan Dana Pusat, Pemkab Sampang Bentuk Forum CSR Satu Pintu

Sebarkan artikel ini

SAMPANG || JDN –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang resmi memperkuat tata kelola Corporate Social Responsibility (CSR) dengan membentuk Forum CSR. Langkah strategis ini diambil sebagai mekanisme satu pintu untuk penyaluran dan pelaporan bantuan perusahaan, guna memastikan program pembangunan daerah tetap berjalan optimal.

​Langkah tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga perwakilan perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sampang. Kehadiran Forum CSR ini diharapkan mampu mendongkrak transparansi, akuntabilitas, serta sinkronisasi program pembangunan.

​Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Sampang, Ummi Hanik Laila, mengungkapkan bahwa penguatan pengelolaan CSR menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Hal ini menyusul adanya kebijakan pengurangan Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

​Menurut Ummi, menyikapi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah dituntut kreatif dalam mencari sumber pembiayaan alternatif agar program-program prioritas tidak mandek.

​“Forum CSR ini nantinya menjadi wadah koordinasi dan pelaporan agar seluruh kontribusi perusahaan dapat tercatat dengan baik, transparan, serta tepat sasaran sesuai kebutuhan pembangunan Kabupaten Sampang,” ujar Ummi Hanik, Selasa (26/5/2026).

​Lebih lanjut, Ummi membeberkan bahwa selama ini mayoritas perusahaan di Sampang sebenarnya telah menyalurkan dana CSR mereka. Hanya saja, kontribusi tersebut belum terdokumentasi dan terdata secara maksimal di tingkat kabupaten.

​Oleh karena itu, sistem satu pintu (one-gate system) ini dinilai menjadi instrumen penting untuk memperkuat pertanggungjawaban publik sekaligus menginventarisasi seluruh sumbangsih dunia usaha.

​Untuk tahun anggaran 2026, Pemkab Sampang menginstruksikan agar alokasi dana CSR difokuskan pada empat sektor prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Pengentasan Kemiskinan, Pembangunan Infrastruktur.

​Melalui sinergi dan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan elemen masyarakat, Forum CSR ini diharapkan tidak sekadar menjadi wadah formalitas, melainkan mampu memberikan dampak instan dan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sampang. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *