Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Hidup Sebatang Kara, Lansia di Sampang Tinggal di Rumah Ambruk Tanpa Atap

×

Hidup Sebatang Kara, Lansia di Sampang Tinggal di Rumah Ambruk Tanpa Atap

Sebarkan artikel ini

SAMPANG || JDN –  Kisah pilu menyelimuti Syafi’i, seorang pria yang hidup sebatang kara di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura. Kondisi tempat tinggalnya sangat memprihatinkan setelah diterjang kerusakan total; tanpa atap dan hanya menyisakan reruntuhan tembok seadanya.

​Merespons laporan terkait kondisi warganya yang memprihatinkan tersebut, Penjabat (Pj) Kepala Desa Panyepen, Abdullah, langsung turun ke lokasi untuk meninjau kediaman Syafi’i pada Senin (29/06/2026). Tidak sendiri, Abdullah hadir bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Jrengik dan personel Polsek Jrengik guna memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus menyalurkan bantuan darurat.

​Rumah yang berdiri di atas tanah Desa Panyepen tersebut kini dalam kondisi sama sekali tidak layak huni dan sangat membutuhkan uluran tangan mendesak dari pemerintah daerah maupun para dermawan.

​Camat Jrengik, Khoirul Anam, yang turut mengawal peninjauan tersebut menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan lintas instansi agar penanganan rumah Syafi’i dapat diprioritaskan.

​“Saya sangat prihatin melihat kondisinya, namun secara resmi saya akan berusaha menyampaikan permohonan bantuan rehab rumah ini kepada Bapak Bupati Sampang, Baznas, dan Dinsos. Harapan saya dapat respon cepat,” ujar Khoirul Anam kepada awak media, Senin (29/06/2026).

​Sembari menunggu realisasi bantuan pemugaran rumah dari instansi terkait, pihak Kecamatan Jrengik bersama Pemdes setempat telah menyalurkan bantuan logistik darurat berupa paket sembako untuk meringankan beban keseharian Syafi’i.

​Saat ini, Syafi’i hanya bisa pasrah sekaligus menaruh harapan besar kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi. Ia berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat merespons kondisi darurat yang dialaminya agar ia bisa kembali memiliki tempat bernaung yang layak dan manusiawi. (MLDN/Sup)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *