GRESIK || JDN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) mengambil langkah taktis untuk mendongkrak daya saing pelaku usaha lokal. Melalui sinergi lintas sektor, Pemkab Gresik menggelar Workshop AI for UMKM with Canva di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Senin (22/6).
Agenda strategis ini dirancang untuk mempercepat literasi digital sekaligus memperkuat posisi UMKM di tengah masifnya penetrasi teknologi. Acara yang diikuti oleh 210 pelaku UMKM tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa.
Berdasarkan data penyelenggara, mayoritas peserta workshop didominasi oleh pelaku usaha di fase awal. Sebanyak 76 persen peserta tercatat sebagai UMKM pemula dan berkembang.
Menariknya, keterlibatan perempuan dalam agenda ini sangat signifikan, yakni mencapai 69 persen dari total peserta. Angka ini menegaskan besarnya peran perempuan dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Dari sisi sektor usaha, industri kuliner menjadi yang paling mendominasi dengan keterwakilan 119 peserta atau sekitar 56 persen.
Wakil Bupati Gresik, Dr. Asluchul Alif, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan manifestasi nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengawal masa transisi UMKM menuju ekosistem digital.
”Pemkab Gresik terus berupaya mendukung pelaku UMKM agar semakin siap menghadapi perkembangan teknologi. Salah satunya melalui pelatihan ini, bahkan peserta juga mendapatkan akses Canva Premium gratis selama satu tahun,” ujar Alif dalam sambutannya.
Alif menambahkan, peta persaingan bisnis saat ini telah bergeser. Pelaku UMKM tidak boleh lagi terjebak pada pasar konvensional yang terbatas secara geografis.
”Sekarang UMKM harus masuk ke pasar digital. Kalau dulu jualan hanya menyasar pasar sekitar, sekarang produknya bisa dilihat dan dibeli dari mana saja. Karena itu, kemampuan membuat konten yang menarik menjadi sangat penting agar usaha bisa terus berkembang. Semoga setelah pelatihan ini selesai, Bapak-Ibu bisa langsung mempraktikkannya di usaha masing-masing sehingga bisa terus naik kelas,” imbuh Wabup Gresik tersebut.
Bak gayung bersambut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan mendesak para pelaku usaha di lapangan yang haus akan literasi digital.
”Kami melihat antusiasme UMKM untuk belajar teknologi sangat tinggi, sehingga kegiatan seperti ini memang perlu terus dihadirkan sebagai bentuk pendampingan bagi para pelaku usaha,” tutur Endy.
Ia mengimbau para pelaku usaha untuk tidak alergi terhadap modernisasi, melainkan menjadikannya sebagai batu loncatan.
”Teknologi jangan dianggap sebagai tantangan, tetapi sebagai alat untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas usaha, sekaligus menciptakan inovasi baru. UMKM yang mampu beradaptasi akan lebih mudah bertahan dan berkembang,” jelasnya.
Dukungan senada datang dari pusat. Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital RI, Alfreno Kautsar Ramadhan, yang hadir secara daring melalui Zoom Meeting, memaparkan data empiris mengenai efisiensi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
”Dengan memanfaatkan Artificial Intelligence, kita bisa menghemat sekitar 13 jam kerja setiap minggu. Waktu yang tersisa itu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha atau mencari ide-ide baru,” urai Alfreno.
Alfreno juga memberikan apresiasi khusus atas konsistensi kemitraan yang dibangun. “Saya senang Canva terus menjadi mitra pemerintah dalam memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku UMKM agar semakin siap menghadapi era digital,” tambahnya.
Apresiasi terhadap langkah progresif Pemkab Gresik juga diutarakan oleh Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala. Menurut Tiar, akselerasi transformasi digital tidak bisa berjalan secara parsial.
”Kolaborasi seperti ini sangat penting. Ketika pemerintah, mitra, perguruan tinggi, dan pelaku usaha bergerak dengan tujuan yang sama, dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan bagi perkembangan UMKM,” tegas Tiar.
Mengingat Jawa Timur memiliki basis penopang ekonomi berupa 2,5 juta UMKM, Tiar menilai peningkatan kapasitas digital sudah menjadi harga mati.
”Saat ini persaingan usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga bagaimana pelaku usaha membangun branding dan membuat konten yang menarik. AI membuka peluang baru agar UMKM bisa lebih kreatif dan kompetitif. Namun, yang paling penting bukan sekadar bisa menggunakan AI atau Canva, tetapi bagaimana teknologi itu benar-benar membantu meningkatkan kualitas dan daya saing usaha masing-masing,” jabarnya.
Manfaat praktis dari pelatihan ini langsung dirasakan oleh para peserta. Fathul Bahri, seorang pemilik usaha bengkel motor, mengaku materi yang diajarkan sangat memotong kompas birokrasi operasional visual usahanya.
”Saya merasa sangat terbantu, apalagi dapat akses Canva Pro. Materinya juga membuat proses desain jadi lebih cepat dan efisien,” kata Fathul.
Setali tiga uang, Nur Khamidah, pemilik usaha jasa wedding organizer, menilai aplikasi ini mempermudah manajemen waktunya sebagai ibu rumah tangga sekaligus pelaku bisnis.
”Buat saya seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari mengurus usaha, Canva ini praktis karena semua sudah tersedia dan tidak perlu ribet membuat desain dari awal. Mudah-mudahan setelah pelatihan ini, UMKM di Gresik bisa semakin percaya diri dan mampu bersaing dengan pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia,” pungkas Nur.
Guna memastikan keberlanjutan program dan terciptanya ekosistem yang suportif, workshop ini juga dihadiri oleh jajaran Kepala Diskoperindag Kabupaten Gresik serta Rektor Universitas Gresik sebagai representasi akademisi yang siap mengawal sinergi triple helix di Kabupaten Gresik. (MDLN)














