PAMEKASAN || JDN – Insiden mencekam melanda Dusun Sajum, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, pada Senin (16/3/2026) malam. Sebuah ledakan hebat yang diduga berasal dari bahan pembuatan petasan menghancurkan sebuah rumah dan menyebabkan empat orang pemuda menderita luka serius.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB ini sontak memicu kepanikan luar biasa. Warga sekitar berhamburan keluar rumah setelah mendengar suara dentuman keras yang menggetarkan pemukiman tersebut.
Titik ledakan diketahui berasal dari kediaman Saudara Rofik (alias Rapik), yang diduga menjadi lokasi penyimpanan bahan peledak petasan. Akibat kejadian tersebut, empat orang yang berada di lokasi menjadi korban dan segera dievakuasi ke RSUD Pamekasan.
Berdasarkan data yang dihimpun, identitas keempat korban adalah sebagai berikut, Iqbal (21), warga Dsn. Sajum, Desa Plakpak, Robi (17), warga Dsn. Sajum, Desa Plakpak, Mahes (16), warga Dsn. Sajum, Desa Plakpak, Anam (18), warga Dsn. Sajum, Desa Plakpak.
Hingga saat ini, tim medis RSUD Pamekasan masih melakukan penanganan intensif. Kondisi kesehatan para korban dilaporkan masih dalam observasi ketat oleh petugas medis.
Pihak kepolisian bergerak cepat dengan memasang garis polisi dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Meskipun dampak kerusakan terlihat cukup masif, polisi masih mendalami pemicu utama ledakan tersebut.
”Kami masih melakukan penyelidikan dan belum bisa memastikan penyebab pasti dari ledakan ini,” ujar salah satu petugas kepolisian saat ditemui di lokasi kejadian.
Kapolsek Pegantenan, Iptu Heri Siswanto, S.H., menegaskan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan barang bukti guna mengungkap konstruksi hukum dari insiden berdarah ini.
”Kami telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan serta menentukan siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden ini,” tegas Iptu Heri Siswanto.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat Pamekasan akan bahaya penyimpanan bahan peledak secara ilegal di lingkungan pemukiman. Kapolsek Pegantenan mengimbau warga untuk lebih proaktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan demi keselamatan bersama.
”Kami mengimbau warga untuk melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait penyimpanan atau penggunaan petasan. Kami akan menindak tegas siapa saja yang terlibat dalam penyimpanan atau penggunaan petasan secara ilegal,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, area di sekitar lokasi ledakan masih dalam pengamanan pihak berwajib untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan. (MLDN)

















