SUMENEP || JDN – Seorang perempuan lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di area tanah tegal dataran tinggi Dusun Aengnyior, RT 020 RW 004, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Korban teridentifikasi bernama Saniye (62), warga Dusun Lobuk, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh warga dalam kondisi terlentang di lahan pertanian tersebut.
Berdasarkan keterangan Polsek Bluto, jasad korban pertama kali diketahui setelah seorang warga bernama Sahari menerima laporan dari pemotong rumput yang melintas di lokasi kejadian.
Mendapat kabar tersebut, Sahari langsung berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Bersama Sekretaris Desa Lobuk, Rifqi Hufron, dan Kepala Dusun Lobuk, Joni Suharto, mereka mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Tiba di lokasi, para saksi mengonfirmasi bahwa jenazah yang tergeletak di area tanah tegal tersebut adalah Saniye, warga Dusun Lobuk. Penemuan ini langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bluto.
Petugas Polsek Bluto bersama tim medis dari Puskesmas Bluto segera mendatangi Location of Crime (TKP) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis awal terhadap korban.
Pihak keluarga mengungkapkan bahwa Saniye telah meninggalkan rumah sejak Selasa (22/9/2026) tanpa berpamitan. Selama dua hari pencarian, keluarga telah berupaya menyebarkan informasi kehilangan melalui media daring (online).
Menurut keterangan keluarga, korban diketahui mengidap riwayat gangguan kejiwaan yang sudah berlangsung lama.
Sebelum ditemukan meninggal, seorang warga sempat melihat korban sedang berjalan kaki di area Jalan Desa Dusun Aengnyior pada Rabu (23/9/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban berjalan tanpa menggunakan alas kaki dan tidak memberikan respons ketika ditegur oleh warga.
Usai pemeriksaan di lokasi, jenazah dievakuasi ke rumah duka di Dusun Lobuk RT 007 RW 002, Desa Lobuk. Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukannya tindakan otopsi atau visum lanjutan, serta menerima kejadian ini sebagai musibah.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan prosedur hukum untuk memastikan tidak adanya unsur pidana dalam peristiwa ini.
Kapolsek Bluto melalui Humas Polresta Sumenep menyampaikan bahwa jajarannya telah melakukan penanganan awal di lapangan, mencatat keterangan saksi-saksi, serta mengumpulkan dokumen pendukung.
”Dugaan mengenai kondisi korban sebelum ditemukan meninggal dunia masih memerlukan pendalaman dan tidak menjadi kesimpulan medis. Penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan,” tulis keterangan resmi Humas Polresta Sumenep.
Saat ini, Polsek Bluto terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan mengumpulkan bahan keterangan dari saksi di sekitar lokasi guna menyusun kronologi kejadian secara utuh dan transparan. (Red/MLDN)














