SURABAYA || JDN – Menapaki usia ke-15, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Provinsi Jawa Timur kian mengukuhkan eksistensinya. Bukan sekadar organisasi massa (ormas) biasa, GRIB Jaya Jatim kini bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang fokus pada aksi kemanusiaan dan advokasi rakyat kecil, menghapus stigma lama dengan kontribusi nyata.
Sejak dideklarasikan pada 2011, DPD GRIB Jaya Jatim konsisten hadir di garis depan penanganan bencana, seperti erupsi Gunung Semeru hingga bantuan logistik di kawasan Bromo. Di bawah kepemimpinan yang kian modern, organisasi ini kini diisi oleh profil kader yang inklusif, mulai dari kalangan profesional hingga pengusaha.
Pembina GRIB Jaya DPD Jawa Timur, dr. David Andreasmito, menegaskan bahwa momentum satu dekade setengah ini adalah titik balik untuk memperkuat jalur pengabdian.
”GRIB Jaya di Jawa Timur telah melampaui fase sekadar eksistensi. Kami kini berada di fase kontribusi nyata. Fokus kami jelas: hadir di saat masyarakat membutuhkan, baik itu saat bencana alam maupun pendampingan bagi mereka yang mencari keadilan hukum,” ujar dr. David dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).
Ia menambahkan, kematangan organisasi selama 15 tahun harus dibuktikan dengan kehadiran kader sebagai solusi di tengah masyarakat, bukan beban. Salah satu visi besarnya adalah pemberdayaan ekonomi kader melalui sektor UMKM internal agar tercipta kemandirian finansial bagi seluruh anggota.
Senada dengan visi DPD, Slamet Joko Anggoro, selaku Pembina Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kabupaten Sidoarjo, menekankan pentingnya loyalitas dan kesolidan anggota di tingkat akar rumput dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.
”Di usia ke-15 ini, kami di tingkat DPC, khususnya Sidoarjo, berkomitmen penuh menjalankan instruksi organisasi untuk selalu satu komando. Tugas kami adalah menjadi mata dan telinga bagi rakyat kecil. Kami tidak akan ragu bersikap kritis terhadap ketidakadilan di lapangan, namun tetap bersinergi mendukung program pemerintah yang memang pro-rakyat,” tegas Slamet Joko Anggoro.
Ia juga menambahkan bahwa transformasi GRIB Jaya menjadi organisasi yang lebih santun dan berintelektual adalah harga mati.
“Kami ingin masyarakat Sidoarjo merasakan bahwa GRIB Jaya adalah mitra mereka, tempat mereka mengadu dan mencari perlindungan,” imbuhnya.
Peringatan HUT ke-15 ini ditandai dengan aksi bakti sosial serentak yang melibatkan seluruh jajaran DPC di wilayah Jawa Timur. Langkah ini menjadi penegas bahwa ruh “Gerakan Rakyat” tetap menjadi motor utama organisasi.
Dengan struktur yang kian terorganisir, GRIB Jaya Jawa Timur optimis dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus benteng pertahanan bagi masyarakat marjinal yang membutuhkan pendampingan hukum dan bantuan sosial secara cuma-cuma.(*)

















