MEDAN || JDN – Kabar duka menyelimuti masyarakat di kawasan Jalan Karya, Kota Medan. Ibu Lenawati, seorang tokoh masyarakat yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial sekaligus pensiunan Tata Usaha (TU) SMKN 14 Negeri Medan, tutup usia pada Sabtu (20/6) malam sekitar pukul 21.55 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik, Medan.
Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Selain mengabdi sebagai tenaga tata usaha hingga memasuki masa pensiun, Ibu Lenawati juga pernah mengemban amanah sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) Lingkungan X, Jalan Bersama. Pengalaman tersebut membuatnya dikenal luas dan dekat dengan berbagai lapisan warga.
Tidak hanya itu, almarhumah juga dipercaya mengemban tanggung jawab penting sebagai Bendahara Tanah Wakaf II Karya Karang Berombak yang berlokasi di Jalan Serbaguna Ujung, Dusun IV, Desa Helvetia. Warga dan kerabat mengenang almarhumah sebagai pribadi yang tegas, disiplin, serta memiliki komitmen kuat dalam menjaga dan mengelola amanah yang dipercayakan kepadanya.
”Almarhumah merupakan sosok yang sederhana, bertanggung jawab, dan selalu berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi lingkungan sekitarnya,” ujar salah seorang kerabat warga setempat dalam keterangan yang diterima, Minggu (21/6).
Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan kerja, serta masyarakat yang merasa kehilangan figur teladan.
Menurut informasi dari pihak keluarga dan pengurus lingkungan, jenazah almarhumah akan dimakamkan di Perkuburan Jati, Gang Karsa, Jalan Karya, Lingkungan XII. Prosesi pemakaman dan penghormatan terakhir ini dihadiri oleh pihak keluarga, kerabat, warga sekitar, serta pengurus Serikat Tolong Menolong (STM) dan kelompok Perwiritan setempat.
Sesosok figur yang tangguh kini telah tiada. Semoga seluruh amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT, segala kekhilafannya diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini. (Innalillahi wa inna ilaihi raji’un). (M. Muhajir)










