CURUP, REJANG LEBONG || JDN – Kontingen Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lebong kembali menunjukkan taringnya di kancah provinsi. Rahsyanda Sukron, pesilat muda berbakat, sukses mengamankan gelar Juara 2 dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Piala BNN Curup 2026 yang berlangsung di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Siswa kelas 7 SMPIT Al Kahfi Lebong tersebut berhasil naik ke podium setelah melewati serangkaian laga sengit di gelanggang. Penampilan Rahsyanda mencuri perhatian juri dan penonton lewat teknik bela diri yang matang serta ketenangan mental yang melampaui usianya.
Keberhasilan ini mempertegas efektivitas pola pembinaan atlet muda di bawah naungan PSHT Cabang Lebong. Ketua PSHT Cabang Lebong, Sigit Kamseno, S.H., menyatakan bahwa pencapaian ini bukan sekadar kemenangan fisik, melainkan manifestasi dari pembentukan karakter yang tangguh dan sportif.
”Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan doa. Kami berharap para siswa tidak cepat puas, terus berlatih, dan menjaga nama baik perguruan. Jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk menjadi lebih baik dan lebih kuat ke depannya,” tegas Sigit saat memberikan apresiasi kepada atletnya.
Senada dengan hal tersebut, Riswandy, pelatih sekaligus guru di SMPIT Al Kahfi Lebong, menekankan pentingnya konsistensi dalam berlatih.
Menurutnya, kolaborasi antara disiplin akademik di sekolah dan latihan fisik di perguruan menjadi kunci utama keberhasilan Rahsyanda.
”Saya bangga dengan perjuangan Rahsyanda. Ini adalah hasil dari latihan yang konsisten dan semangat yang tidak pernah padam. Teruslah belajar, tetap rendah hati, dan jadikan pencak silat sebagai jalan untuk membentuk karakter yang kuat dan disiplin,” ungkap Riswandy.
Piala BNN Curup 2026 bukan sekadar ajang adu tangkas. Kompetisi ini mengusung misi sosial yang krusial, yakni membentengi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan positif dan kompetitif.
Dengan raihan medali perak ini, PSHT Cabang Lebong membuktikan komitmennya dalam mencetak bibit-bibit unggul yang tidak hanya kompeten di atas matras, tetapi juga memiliki integritas moral yang siap bersaing di level yang lebih tinggi. (Yanti)














