SIDOARJO || JDN -Komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah pusat untuk pemenuhan gizi nasional mulai diperkuat di tingkat daerah. Hari ini, Senin (19/01/2026), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi meluncurkan Dapur Badan Gizi Nasional (BGN) di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo.
Peresmian yang berlangsung di Jalan Kombes Pol Duriyat ini menjadi tonggak sejarah sebagai Dapur SPPG pertama yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimka Sidoarjo, tokoh agama, serta mitra strategis pemenuhan gizi.
Mewakili Dandim 0816/Sidoarjo, Danramil 01/Kota Kapten Cke Kamsuri menegaskan bahwa kehadiran dapur ini adalah langkah strategis untuk memastikan distribusi pangan bergizi tepat sasaran.
”Ini adalah langkah besar untuk memastikan generasi muda kita tumbuh sehat dan kuat. Kami instruksikan seluruh jajaran, terutama Babinsa, untuk menjaga koordinasi ketat dengan pihak SPPG agar distribusi makanan bergizi ini berjalan tanpa kendala,” ujar Kapten Cke Kamsuri.
Senada dengan hal tersebut, AKP Joko Priyono yang mewakili Kapolresta Sidoarjo menyampaikan bahwa Polri memberikan dukungan penuh.
Bahkan, Polresta Sidoarjo berencana memperluas jangkauan dengan membangun dua titik SPPG tambahan di wilayah Sidoarjo.
”Ini adalah bentuk komitmen kami mendukung penuh program Presiden Republik Indonesia. Sinergi antara pemerintah, TNI, dan Polri adalah kunci agar program ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Ketua Yayasan Nurul Karomah, Bapak Erik, selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa fasilitas ini dirancang untuk memperkuat sistem pelayanan gizi yang terintegrasi.
Setelah prosesi pemotongan pita dan tumpeng, para tamu undangan melakukan peninjauan langsung terhadap menu makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan kualitas dan standar nutrisi yang dihasilkan.
Diharapkan dengan hadirnya beberapa titik SPPG di Sidoarjo dalam waktu dekat, pemenuhan gizi bagi anak-anak sebagai pilar masa depan bangsa dapat terpenuhi secara berkelanjutan, sekaligus menekan angka stunting di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan yang berakhir pada pukul 11.10 WIB ini berlangsung dengan tertib dan menjadi sinyal positif kesiapan Kabupaten Sidoarjo dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.(*)

















