Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Sidoarjo Memanas: Bupati Siap Islah, Absennya Wabup Picu Kekecewaan Aliansi Peduli Sidoarjo

×

Sidoarjo Memanas: Bupati Siap Islah, Absennya Wabup Picu Kekecewaan Aliansi Peduli Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SIDOARJO || JDN – Dinamika politik di pucuk pimpinan Kabupaten Sidoarjo mencapai titik didih. Aliansi Peduli Sidoarjo, sebuah koalisi besar lintas elemen masyarakat dan LSM, resmi mendatangi Pendopo Kabupaten Sidoarjo untuk menuntut satu hal mutlak, Rekonsiliasi Total antara Bupati H. Subandi dan Wakil Bupati Sidoarjo. Kamis, 5/2/26.

​Ketegangan ini bermula dari persepsi publik bahwa keretakan hubungan kedua pemimpin tersebut bukan lagi sekadar urusan personal, melainkan barikade yang menghambat roda pemerintahan serta menurunkan kualitas pelayanan publik.

Example 300x600

​Audiensi dibuka dengan pernyataan tegas dari Bramada, S.H., CPLA, perwakilan dari YALPK, yang menekankan bahwa kehadiran aliansi ini adalah murni gerakan moral untuk menyelamatkan marwah Sidoarjo. Senada dengan itu, Bung Alan dari LSM ALAS dalam pernyataannya menggarisbawahi bahwa rakyat sudah lelah menjadi penonton dalam konflik internal kekuasaan yang tak kunjung usai.

​Aliansi yang terdiri dari Grib Jaya, YALPK Group, GMBI, KORAK, GMPI, LMPP, LSM LIRA, Pemuda Batak Bersatu, URC Gojek, Pemuda Pancasila, MADAS hingga LSM ALAS ini menilai dualisme kepentingan di tingkat atas telah membingungkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lapangan.

​Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati H. Subandi menunjukkan sikap kooperatif. Dalam suasana yang cukup emosional, ia menegaskan bahwa dirinya siap menanggalkan ego demi kepentingan masyarakat.

​”Saya tidak pernah menutup diri. Saya siap kapan pun untuk islah demi Sidoarjo. Kita ingin mewujudkan rumah tangga pemerintahan yang harmonis agar pembangunan berjalan efektif,” tegas H. Subandi.

​Beliau mengakui bahwa harmonisasi kepemimpinan adalah kunci agar birokrasi tidak terjebak dalam pusaran rivalitas politik yang merugikan rakyat.

​Meski Bupati telah memberikan sinyal perdamaian, audiensi sempat memanas lantaran ketidakhadiran pihak Wakil Bupati. Hal ini memicu reaksi keras dari Moh. Waldi, S.H., perwakilan dari Grib Jaya.

​”Sangat patut disayangkan dalam audiensi sepenting ini, hanya Bupati yang hadir. Padahal niat kami murni ingin melihat Sidoarjo lebih baik. Ketidakhadiran ini seolah menunjukkan kurangnya respon terhadap niat baik masyarakat,” cetus Waldi.

​Sebagai bentuk ketegasan, Waldi mengancam akan membawa massa lebih besar untuk melakukan aksi damai di kediaman Wakil Bupati guna menagih komitmen serupa.

​Para aktivis senior tetap memberikan catatan kritis. Sugeng dari LSM KORAK memperingatkan agar janji islah ini tidak sekadar menjadi panggung pencitraan sesaat. Sementara itu, Parmuji dari GMBI menyatakan bahwa aliansi akan mengawal proses ini hingga benar-benar terealisasi.

​”Bupati sudah menyatakan kesiapannya secara publik. Kami telah mencatat itu. Sekarang tinggal bagaimana langkah nyata di lapangan. Aliansi Peduli Sidoarjo resmi mengawal janji ini sampai tuntas,” tutup Parmuji.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *