Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Sidoarjo Tembus 10 Besar Nasional Pengelolaan Sampah, Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih

×

Sidoarjo Tembus 10 Besar Nasional Pengelolaan Sampah, Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SIdoarjo || JDN – Kabupaten Sidoarjo mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah terbaik dalam tata kelola lingkungan di tingkat nasional. Dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, Sidoarjo berhasil masuk dalam jajaran 35 daerah penerima Sertifikat Menuju Kota Bersih Tahun 2025, bahkan menembus peringkat 10 besar nasional.

​Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1048 Tahun 2026. Penilaian tersebut didasarkan pada evaluasi komprehensif terhadap kinerja pengelolaan sampah sepanjang tahun 2025.

Example 300x600

​Plakat penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026 di Balai Kartika, Jakarta, Rabu (25/2).

​Keberhasilan Sidoarjo merangsek ke papan atas nasional tidak lepas dari pemenuhan kriteria penilaian yang ketat. Tim penilai menitikberatkan pada empat aspek utama, Kejelasan payung hukum pengelolaan limbah, Keberpihakan APBD terhadap isu lingkungan, Ketersediaan tenaga lapangan serta infrastruktur pengolahan sampah, Kebersihan wilayah secara nyata dan efektivitas pengurangan sampah.

​Sebagai catatan, hasil penilaian tahun 2025 terbagi dalam beberapa tingkatan, mulai dari Adipura Kencana, Adipura, Sertifikat Menuju Kota Bersih, hingga kategori Pembinaan dan Pengawasan. 

Menariknya, untuk periode ini, belum ada satu pun daerah di Indonesia yang mampu meraih trofi tertinggi Adipura maupun Adipura Kencana.

​Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa proses kurasi tahun ini dilakukan secara lebih mendalam dan tidak hanya melihat aspek estetika semata.

​”Ini dari penilaian kinerja pengelolaan sampah nasional kita. Tentu belum seluruhnya sempurna tata cara penilaiannya, tetapi kita berupaya untuk sekomprehensif mungkin. Jadi kita tidak menilai di ‘muka’ kota atau kabupaten, kita langsung lihat di belakangnya; di dapur, sungai, dan seterusnya,” ujar Hanif.

​Hanif juga menjelaskan bahwa standar yang diterapkan saat ini sangat tinggi, sehingga predikat Kota Bersih Luar Biasa belum berhasil diraih oleh daerah mana pun.

​”Paling tinggi dari pelaksanaan tata kelola sampah hanya pada sertifikasi menuju kota bersih. Jadi itu didedikasikan pada 35 kabupaten/kota yang terbaik. Hanya dua terbaik untuk klaster kota,” tambahnya.

​Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi Kabupaten Sidoarjo untuk terus meningkatkan inovasi pengolahan sampah dari hulu ke hilir guna mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan bagi warganya.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *