SURABAYA || JDN – Persatuan Otok-Otok Surabaya Madura (PRO SURAMADU) menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan pelayanan sosial bagi masyarakat. Hal ini mengemuka dalam rapat koordinasi dan silaturahmi memperingati satu tahun pengukuhan organisasi yang digelar di Hotel Arcadia by Horison, Surabaya, Sabtu (28/2/2026) malam.
Acara yang berlangsung khidmat di kawasan Jembatan Merah tersebut dihadiri oleh jajaran sesepuh serta tokoh blateran lintas wilayah, mulai dari Bangkalan, Sampang, hingga Kota Surabaya. Momentum ini sekaligus menjadi kilas balik pasca pengukuhan resmi oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, dan Wakil Bupati, Moch. Fauzan Ja’far, setahun silam.
Ketua PRO SURAMADU, H. Syaiful Anam, memaparkan perjalanan organisasi selama setahun terakhir yang fokus pada penataan struktur dan perekat silaturahmi komunitas Madura di perantauan maupun di pulau garam. Ia menekankan bahwa keberhasilan program kerja sangat bergantung pada kekompakan anggota.
”Sangat penting bagi kita untuk memperkuat soliditas internal organisasi, sekaligus membangun koordinasi yang harmonis dengan para tokoh blater serta sesepuh dari seluruh wilayah terkait,” tegas H. Syaiful Anam dalam sambutannya.
Sebagai bentuk implementasi dari visi sosial organisasi, PRO SURAMADU sepakat untuk meluncurkan program pelayanan masyarakat yang menyasar warga dalam kondisi darurat. Salah satu langkah konkretnya adalah penyediaan unit ambulans khusus.
Armada ini nantinya akan beroperasi untuk melayani warga Madura, baik yang berdomisili di Surabaya maupun di Kabupaten Bangkalan dan Sampang. Program ini diharapkan menjadi jembatan sinergi antara masyarakat dan organisasi dalam mengatasi persoalan kesehatan dan mobilitas medis yang mendesak.
Langkah strategis ini dinilai selaras dengan semangat pembangunan berbasis kesejahteraan masyarakat yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Pemerintah Kota Surabaya.
Tak hanya fokus pada aspek sosial, PRO SURAMADU juga berkomitmen menjaga marwah budaya Madura. Rencananya, setelah tanggal 8 April 2026 mendatang, organisasi akan menggelar perhelatan budaya seperti Otok-Otok, Remoh, hingga Sandur.
Acara tersebut diproyeksikan sebagai ajang promosi budaya sekaligus ruang silaturahmi akbar bagi komunitas Madura di Jawa Timur.
Mengakhiri pemaparannya, H. Syaiful Anam memohon doa restu dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar rencana kerja tersebut dapat memberikan manfaat luas dan berkelanjutan.(MLDN)

















