Pamekasan || JDN – Tim Al Banjari Polres Pamekasan kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi. Grup musik religi kebanggaan Korps Bhayangkara Pamekasan ini berhasil menyabet gelar Juara I dalam Festival Sholawat ke-8 TNI-Polri se-Jawa Timur yang berlangsung di Yayasan Darul Hikmah An-Nawawi, Sukun, Kota Malang, Minggu (18/1/2026).
Kompetisi bergengsi ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Silaturrahim Ulama dan Umaro’ Se-Mancanegara ke-23. Acara tersebut digelar dengan misi memperkuat sinergitas lintas sektoral serta menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan melalui syiar selawat.
Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi anggotanya yang mampu mengharumkan nama institusi di kancah regional. Menurutnya, kemenangan ini adalah potret keberhasilan pembinaan internal di tubuh Polres Pamekasan.
“Ini menjadi bukti anggota Polres Pamekasan tidak hanya profesional dalam memelihara keamanan, menegakkan hukum, serta melayani masyarakat, namun juga unggul dalam pembinaan mental dan spiritual,” ujar AKBP Hendra.
Prestasi ini bukanlah yang pertama bagi Polres Pamekasan. AKBP Hendra mengungkapkan bahwa tim ini memiliki rekam jejak yang solid dalam berbagai kompetisi serupa.
“Sebelumnya, Al Banjari Polres Pamekasan juga meraih Juara I di ajang serupa di Kota Malang serta menyabet Juara Favorit I di Kabupaten Pamekasan pada tahun 2025 lalu,” tambahnya.
Tim Al Banjari ini dikenal dengan nama “Dunia Sementara Akhirat Selamanya” (DSAS). Di balik seragam dinasnya, para personel Polri ini aktif memeriahkan berbagai syiar keagamaan di wilayah Pamekasan.
Kapolres menekankan bahwa kehadiran tim DSAS adalah instrumen kepolisian untuk melakukan pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat.
Tim ini sering kali turun langsung memenuhi undangan warga, mulai dari peringatan Maulid Nabi, Isra Mi’raj, hingga acara syukuran di kediaman penduduk.
“Kami berharap melalui Tim Al Banjari ini, Polres Pamekasan semakin dekat dan selalu hadir di hati masyarakat. Lantunan selawat yang mereka bawakan adalah jembatan komunikasi yang hangat antara polisi dan warga,” tutup AKBP Hendra.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan dampak positif bagi lingkungan, baik melalui jalur penegakan hukum maupun pendekatan kultural keagamaan.(Sup)

















