Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahHukum & Kriminal

JLS Sampang Kembali Gelap: Pencurian Fasilitas Publik Berulang, Kinerja APH Dipertanyakan

×

JLS Sampang Kembali Gelap: Pencurian Fasilitas Publik Berulang, Kinerja APH Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SAMPANG || JDN – Kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Sampang kembali menjadi sasaran empuk aksi kriminalitas. Belum genap satu bulan sejak kabel tembaga lampu jalan raib digasak maling, aksi serupa kembali terjadi pada Sabtu (31/1/2026). Kali ini, pelaku menyasar komponen timer lampu dan merusak pintu panel listrik secara paksa.

​Berulangnya aksi pencurian dengan pola yang nyaris identik ini memicu keresahan publik. Pelaku seolah tidak gentar melakukan aksinya secara terbuka, seiring dengan belum adanya tanda-tanda pengungkapan kasus oleh Aparat Penegak Hukum (APH) setempat.

Example 300x600

​Menanggapi hal tersebut, Praktisi Hukum, Jakfar Sodik, SH, melontarkan kecaman keras. Ia menilai rentetan pencurian ini bukan sekadar vandalisme biasa, melainkan bentuk pembiaran terhadap kejahatan atas aset negara yang berdampak langsung pada keselamatan warga.

​“Kejadian hari ini membuktikan bahwa pelaku sama sekali tidak takut hukum. Ini adalah pencurian dan perusakan aset negara yang tidak boleh ditoleransi. APH harus segera turun tangan, mengusut tuntas, dan menangkap pelaku tanpa alasan apa pun,” tegas Jakfar Sodik, SH saat dikonfirmasi.

​Jakfar menambahkan bahwa dampak dari hilangnya fasilitas ini jauh lebih besar dari sekadar kerugian materiil. Padamnya lampu jalan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan potensi tindak kriminal lainnya di area tersebut.

​“Lampu jalan padam, risiko kecelakaan meningkat, dan kawasan menjadi rawan kriminalitas. Ini bukan persoalan kecil. Negara dirugikan dan nyawa masyarakat dipertaruhkan. Aparat wajib bertindak cepat dan tegas, bukan sekadar menyatakan masih melakukan penyelidikan,” tambahnya.

​Kembali gelapnya jalur vital penghubung antarkawasan ini memperkuat dugaan adanya kelalaian serius dalam sistem pengamanan fasilitas publik di Sampang.

Warga menilai patroli keamanan di sepanjang JLS masih sangat minim, sehingga memberikan ruang bagi pelaku untuk beraksi berkali-kali di lokasi yang sama.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak APH untuk segera melakukan langkah konkret, mulai dari patroli intensif hingga pengamanan fisik pada panel-panel listrik yang tersisa. 

Publik menantikan tindakan nyata, bukan sekadar narasi penyelidikan yang tak kunjung membuahkan hasil.

​Negara tidak boleh kalah oleh oknum penjarah fasilitas umum, karena setiap aset yang dirusak dibiayai oleh uang rakyat dan ditujukan untuk kepentingan masyarakat luas. ​(MLDN/SUP)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *