KOTA MOJOKERTO || JDN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mojokerto Kota membekali 70 pengemudi ojek online (ojol) dengan keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Langkah strategis ini diambil guna menekan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya sebelum penanganan medis profesional tiba.
Pelatihan bertajuk “Ojek Online Level Up, Garda Terdepan Penyelamat di Jalan” tersebut digelar di Aula Rupatama Polres Mojokerto Kota pada Kamis (27/8/2026). Berlangsung selama empat jam, agenda ini diinisiasi melalui sinergi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto dan PT Jasa Raharja.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto, didampingi Wakapolres Kompol Jalaludin, Kepala Dinkes Kota Mojokerto dr. Achmad Rheza, Sp.OG., Kasat Lantas AKP R. Bayu Aji, serta perwakilan Jasa Raharja, Deffri Endra Swiageta.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan respons konkret atas aspirasi para pengemudi ojol yang kerap menjadi pihak pertama yang menemui insiden kecelakaan di lapangan.
Berdasarkan data medis, tingkat fatalitas korban sering kali meningkat akibat kekeliruan dalam penanganan awal di lokasi kejadian.
”Teman-teman ojol sebenarnya sangat responsif, tetapi banyak yang tidak berani menolong karena takut salah tindakan. Lewat pelatihan bersama tim Dinkes yang dipimpin dr. Wahyu ini, kami harap mereka memiliki pengetahuan medis dasar yang benar,” ujar AKBP Herdiawan.
Selain penguasaan materi praktis PPGD, AKBP Herdiawan juga mengimbau komunitas ojol untuk tidak ragu mendukung penegakan hukum lalu lintas, mulai dari memberikan informasi yang valid hingga bersedia menjadi saksi peristiwa kecelakaan.
Program edukasi ini mendapat apresiasi positif dari para mitra pengemudi. Maulana, salah satu koordinator komunitas ojol, menyoroti pentingnya materi praktik yang diberikan untuk meningkatkan kesiapan taktis pengemudi di lapangan.
”Kami berterima kasih dan berharap ada pelatihan lanjutan. Di jalanan kami bisa menemui situasi apa saja, bahkan yang lebih parah,” ungkap Maulana.
Dukungan serupa disampaikan Margono, koordinator ojol platform Shopee. Ia berharap program edukasi seperti ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan demi mengasah kesiapsiagaan para pengemudi.
”Harapannya kegiatan edukasi ini bisa berjalan secara berkelanjutan demi menambah pengalaman taktis para pengemudi,” tutur Margono.
Melalui kolaborasi lintas instansi ini, Satlantas Polres Mojokerto Kota memproyeksikan para pengemudi ojol tidak hanya berperan sebagai pelopor tertib lalu lintas, tetapi juga mampu bertindak sebagai garda terdepan dalam penyelamatan jiwa dan penanganan darurat di jalan raya. (Red/MLDN)











