Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Perkuat Struktur Tanah, Lintas Sektor Tanam 4.000 Pohon di Lahan Kritis Pasuruan

×

Perkuat Struktur Tanah, Lintas Sektor Tanam 4.000 Pohon di Lahan Kritis Pasuruan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PASURUAN || JDN  – Upaya mitigasi bencana tanah gerak di Kabupaten Pasuruan terus dipacu. Sebanyak 4.000 bibit pohon ditanam secara massal di lahan kritis seluas 26 hektare di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Selasa (10/2/2026) pagi.

​Langkah konkret ini diambil menyusul hasil kajian BPBD Provinsi Jawa Timur yang menetapkan kawasan Sempu sebagai zona rawan likuifaksi atau tanah gerak. Aksi tersebut melibatkan sinergi lintas unsur, mulai dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan, DPRD, TNI-Polri, Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), hingga sektor swasta.

Example 300x600

​Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad, menegaskan bahwa penanaman ini bukan sekadar seremoni, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga stabilitas struktur tanah di wilayah terdampak.

​“Karena tanahnya bergerak, salah satu mitigasinya adalah menanam pohon di lahan-lahan kritis agar risiko bencana bisa ditekan,” ujar Syaifudin di lokasi kegiatan.

​Ia menambahkan, meski terdapat 26 hektare lahan yang perlu dipulihkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi perawatan pasca-tanam. “Kebersamaan ini menyatu dalam satu tujuan, yakni memulihkan lahan kritis dan meminimalkan risiko bencana,” imbuhnya.

​Jenis pohon yang dipilih pun tidak sembarangan. Selain nangka dan alpukat, ditanam pula berbagai jenis tanaman produktif lainnya. Strategi ini bertujuan ganda: akar pohon berfungsi sebagai pengikat tanah untuk mencegah longsor, sementara buahnya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga setempat di masa depan.

​Senada dengan hal tersebut, Administratur Perhutani KPH Pasuruan, Ivan Cahyo Susanto, menekankan bahwa rehabilitasi di area perlindungan adalah harga mati demi keselamatan warga.

​“Tidak ada cara lain selain menanam. Apalagi kawasan ini merupakan area perlindungan untuk menjaga keselamatan masyarakat,” tegas Ivan.

​Keberlanjutan lingkungan di Dusun Sempu juga mendapat atensi serius dari sektor industri. Sejumlah perusahaan besar seperti PT Megamarine Pride, PT Baramuda Bahari, PT Aquase, dan PT Mitra Alam Segar (MAS) turut menerjunkan personel dan bantuan bibit.

​Syaiful, perwakilan perusahaan yang hadir, menyatakan bahwa keterlibatan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial (CSR) yang krusial bagi keberlangsungan sumber daya air dan keamanan wilayah operasional.

​“Gotong royong menanam hari ini menjadi ikhtiar menjaga bumi agar kembali kuat, kembali pulih, dan masyarakat terlindungi dari ancaman bencana,” kata Syaiful.

​Aksi Tanam dan Pelihara ini diharapkan menjadi titik balik bagi Desa Cowek. Melalui pengawasan ketat terhadap pertumbuhan bibit yang telah ditanam, kawasan yang sebelumnya rawan bencana diharapkan bertransformasi menjadi zona hijau yang stabil dan produktif.

​Partisipasi masif dari berbagai elemen ini membuktikan bahwa mitigasi bencana berbasis lingkungan memerlukan komitmen kolektif, bukan hanya beban satu instansi semata.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *