SUMENEP || JDN – Dalam upaya memperkokoh hubungan antara kepolisian dan tokoh agama, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien Prenduan, Rabu (21/1/2026). Kehadiran orang nomor satu di Korps Bhayangkara Sumenep ini disambut langsung oleh Pimpinan Ponpes Al-Amien, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, M.A., Ph.D.
Kunjungan yang berlangsung di Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan ini dimulai pada pukul 15.30 WIB. Fokus utama pertemuan ini adalah membangun sinergitas guna memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Sumenep tetap kondusif.
Dalam dialog tersebut, AKBP Anang Hardiyanto menegaskan bahwa peran tokoh agama dan lembaga pendidikan Islam seperti pesantren sangat krusial dalam menjaga stabilitas sosial.
”Peran tokoh agama dan lembaga pendidikan pesantren sangat strategis dalam menjaga persatuan, membangun karakter generasi muda, serta menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai,” ujar AKBP Anang.
Ia menambahkan bahwa komunikasi dua arah antara Polri dan pesantren harus terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah potensi konflik dan radikalisme sejak dini.
KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani menyambut hangat kehadiran jajaran Polres Sumenep. Beliau mengapresiasi langkah proaktif kepolisian dalam merangkul kalangan pesantren untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah.
”Kami berharap kerja sama dan hubungan baik antara Polres Sumenep dan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dapat terus terjalin dalam rangka menjaga stabilitas kamtibmas serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan kepada para santri,” ungkap KH. Ahmad Fauzi.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres turut didampingi oleh jajaran pejabat utama Polres Sumenep, di antaranya Kompol Widiarti S, S.H. (Kabag SDM Polres Sumenep), AKP Ninit Titis Dewiyani, S.E. (Kasat Lantas Polres Sumenep), AKP Amirul Mukminin, S.Pdi., M.Sos.,Iptu Dovie Eudy Zendy, S.Trk., S.I.K. (Kapolsek Lenteng), Iptu Moh. Sudiyono (Kapolsek Prenduan)
Pertemuan yang berakhir pukul 16.40 WIB ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga Kabupaten Sumenep sebagai wilayah yang aman, damai, dan religius melalui kolaborasi aktif antara aparat penegak hukum dan institusi pendidikan agama.(MLDN)

















