Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Peringati Harkitnas ke-118, Forkopimda Gresik Tinjau Progres Sekolah Rakyat Sidayu yang Capai 55 Persen

×

Peringati Harkitnas ke-118, Forkopimda Gresik Tinjau Progres Sekolah Rakyat Sidayu yang Capai 55 Persen

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 menjadi pijakan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mempercepat pemerataan sektor pendidikan. Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, bersama Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Racitengah, Kecamatan Sidayu, Rabu (20/5/2026).

​Kunjungan kerja ini mengusung tema strategis: “Dengan Semangat Kebangkitan Nasional ke-118 Segera Kita Wujudkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.”

​Agenda peninjauan diawali dengan pemaparan teknis oleh perwakilan kontraktor pelaksana dari PT Waskita, Yan. Di hadapan jajaran Forkopimda, Yan melaporkan bahwa proyek yang berdiri di atas lahan seluas enam hektare tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan.

​“Hingga pertengahan Mei 2026, progres pembangunan fisik telah mencapai 55 persen. Kami optimistis konstruksi utama dapat diselesaikan sesuai target pada Juni 2026,” ujar Yan.

​Usai menerima paparan, rombongan langsung melakukan field check (peninjauan lapangan). Langkah ini dilakukan guna memastikan kualitas mutu bangunan serta meninjau kesesuaian fungsi dan peruntukan setiap gedung yang sedang dikerjakan.

​Di sela-sela peninjauan, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, yang akrab disapa Gus Yani, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program strategis pendidikan sekaligus jaring pengaman sosial yang krusial bagi masyarakat prasejahtera. Ia menargetkan fasilitas ini bisa memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan bermutu.

​“Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengenyam pendidikan di sekolah yang bagus, representatif, dan memiliki kualitas bertaraf internasional. Jika tidak ada kendala, Juli 2026 kegiatan belajar mengajar sudah bisa dimulai,” tegas Gus Yani.

​Senada dengan Bupati, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan komitmen penuh institusi Polri dalam mengawal program strategis pemerintah, terutama yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Ia menilai, proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan investasi peradaban.

​“Pendidikan merupakan instrumen strategis pembangunan bangsa. Kehadiran Sekolah Rakyat membuka akses dan kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memperkuat fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” pungkas AKBP Ramadhan Nasution.

​Peninjauan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan wilayah, di antaranya ​Dandim 0817/Gresik, Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, ​PPK Pembangunan Sekolah Rakyat, M. Akhbar Ansyari, ​Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, ​Kasat Intel Polres Gresik, Iptu Bagas Indra Wicaksono, ​Unsur Muspika Sidayu, Camat Suwartono, Kapolsek Iptu Suharto, dan Danramil Kapten Inf Sumarjiono.

​Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Sinergi lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan Sekolah Rakyat sebagai pusat mencetak generasi penerus bangsa yang unggul di Kabupaten Gresik. (Berdy/Riyan)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *