Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahTNI/Polri

Penuhi Kebutuhan Wilayah, 90 Persen Perwira Baru SIP Dialokasikan Perkuat Polres dan Polsek

×

Penuhi Kebutuhan Wilayah, 90 Persen Perwira Baru SIP Dialokasikan Perkuat Polres dan Polsek

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI || JDN – Guna menyiasati tingginya kekosongan jabatan perwira di tingkat kewilayahan, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) memutuskan untuk menerjunkan mayoritas perwira baru hasil didikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) langsung ke tingkat Kepolisian Resor (Polres) dan Kepolisian Sektor (Polsek).

​Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelantikan Perwira Polri SIP Angkatan ke-55 serta SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Kamis (4/6/2026).

​”Hampir 90 persen kembali ke Polda dan Polres karena masih banyak kebutuhan jabatan perwira, khususnya di tingkat Polres,” ujar Komjen Dedi seusai upacara pelantikan.

​Dalam upacara tersebut, sebanyak 1.848 perwira resmi dilantik. Jumlah tersebut terdiri atas 1.798 lulusan SIP Angkatan ke-55 dan 50 lulusan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11.

​Kebijakan penempatan ini diambil sebagai langkah strategis Polri untuk memperkuat ekosistem pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Para perwira muda ini nantinya akan dominan mengisi fungsi Samapta, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pengawasan Hotline 110, hingga Command Center.

​Menurut Jenderal bintang tiga tersebut, unit-unit di tingkat operasional ini merupakan etalase utama yang membentuk persepsi dan citra institusi di mata publik.

​”Dari interaksi di SPKT, layanan 110, maupun pelayanan kepolisian lainnya, citra Polri dibangun. Karena itu pelayanan publik harus menjadi perhatian utama seluruh anggota Polri, khususnya para perwira yang baru dilantik,” kata Wakapolri menegaskan.

​Polri menyadari bahwa ekspektasi masyarakat terhadap reformasi birokrasi di tubuh korps kepolisian masih sangat tinggi. Kecepatan merespons laporan (quick response), transparansi, keadilan penegakan hukum, serta penguatan pengawasan internal menjadi poin kritis yang terus disorot publik.

​Untuk menjawab tantangan itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kelulusan Setukpa ini dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi informasi pada sistem pelayanan terpadu.

​”Pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan humanis harus menjadi standar baru pelayanan kepolisian di seluruh wilayah,” pungkas Dedi.

​Lewat injeksi ribuan perwira baru di level Polres dan Polsek ini, Mabes Polri berharap terjadi akselerasi transformasi pelayanan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung secara riil oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. (MDLN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *