SIDOARJO || JDN – Proyek pembangunan Flyover Gedangan menunjukkan tren positif. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM SDA) Kabupaten Sidoarjo bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengonfirmasi proses pembebasan lahan sejauh ini berjalan sesuai dengan garis waktu yang direncanakan.
Langkah krusial terkini yang berhasil dirampungkan yakni pengukuran titik koordinat. Tahap ini menjadi dasar acuan awal pengadaan lahan guna menyelaraskan persepsi serta pemetaan teknis lintas instansi, mulai dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, PT Kereta Api Indonesia (Persero), hingga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Kepala Dinas PU BM SDA Kabupaten Sidoarjo, M. Mahmud, menegaskan bahwa kepastian teknis di lapangan kini sudah final.
”Progresnya semakin baik. Pemetaan garis geometris jalan sudah rampung dan bersifat final,” ujar Mahmud, Jumat (16/10/2026).
Secara teknis, pengukuran mencakup 9 titik koordinat di sisi selatan dan 12 titik koordinat di sisi utara Persimpangan Gedangan. Total area terdampak yang akan dibebaskan mencakup 122 bidang tanah dengan luas mencapai kurang lebih 22.220 meter persegi, yang terdiri dari aset milik warga lokal dan PT KAI.
Pascapemetaan geometris usai, Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Jawa Timur dijadwalkan segera mengundang Pemkab Sidoarjo untuk agenda Penetapan Lokasi (Penlok) sekaligus penerbitan peta bidang. Penlok tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada 20 Oktober 2026.
Begitu Penlok diterbitkan, tim penilai independen (appraisal) akan diturunkan untuk menghitung secara objektif besaran ganti rugi yang mencakup nilai tanah, bangunan, hingga aset terdampak lainnya. Hasil penilaian tersebut nantinya disosialisasikan secara transparan kepada para pemilik lahan.
Mengenai mekanisme pembiayaan, Mahmud menjelaskan bahwa pengadaan tanah akan dibagi ke dalam dua alokasi anggaran, yakni TA 2026 dan TA 2027, dengan mempertimbangkan kapasitas APBD Kabupaten Sidoarjo sekaligus aspek humanis bagi warga.
”Skema bertahap ini juga mempertimbangkan aspek sosial masyarakat terdampak agar mereka memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan kepindahan ke lokasi baru,” pungkas Mahmud. (*)














