Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Kebakaran di Lereng Gunung Bromo, Polres Probolinggo dan Tim Gabungan Diterjunkan

×

Kebakaran di Lereng Gunung Bromo, Polres Probolinggo dan Tim Gabungan Diterjunkan

Sebarkan artikel ini

PROBOLINGGO || JDN –  Polres Probolinggo Polda Jatim mengintensifkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menerjang kawasan lereng Gunung Bromo, tepatnya di Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

​Penanganan darurat di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini telah berlangsung secara terpadu sejak Selasa (4/8/2026), usai titik api pertama kali terdeteksi oleh petugas.

​Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, menegaskan bahwa seluruh personil yang dikerahkan akan terus berada di lokasi hingga kondisi benar-benar aman dan api padam sepenuhnya.

​”Sejumlah personel kami siagakan di Gunung Bromo untuk membantu penanganan Karhutla,” ujar AKBP Asmida, Jumat (7/8/2026).

​Di lokasi kejadian, Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardianto menjelaskan bahwa operasi pemadaman ini melibatkan kekuatan penuh dari unsur lintas instansi. Sinergi ini mencakup personel Polri, TNI, pihak TNBTS, Perhutani, BPBD, Satpol PP, Tagana, hingga keterlibatan aktif masyarakat adat Tengger setempat.

​Kompol Rizal menyebutkan, tim gabungan tidak hanya berfokus pada pemantauan udara dan mitigasi dampak, tetapi juga turun langsung mengepung titik api di darat.

​”Tim gabungan melakukan penyisiran, pemadaman menggunakan peralatan manual serta penyekatan di sejumlah titik guna mencegah api meluas ke kawasan lain,” terang Kompol Rizal.

​Berdasarkan hasil analisis dan pemantauan awal di lapangan, sumber api diduga kuat berasal dari gesekan ilalang dan rumput kering yang mudah terbakar. Situasi diperparah oleh suhu udara yang terik, vegetasi yang mengering total, serta hembasan angin kencang di dataran tinggi Bromo.

​Selain faktor alam, tim di lapangan menghadapi hambatan geografis yang sangat berat. Kemiringan tebing Bromo yang mencapai 70 derajat serta keterbatasan akses sumber air menjadi tantangan utama yang harus ditaklukkan para petugas.

​”Pemadaman sementara ini masih dilakukan dengan cara manual,” jelas Kompol Rizal.

​Hingga Jumat sore, koordinasi lintas sektor terus diperketat untuk mengantisipasi munculnya titik api baru (hotspot), mengingat hamparan vegetasi kering di sekitar kawasan TNBTS masih sangat tebal.

​”Personel gabungan akan terus bersiaga dan melakukan upaya pemadaman hingga kondisi benar-benar terkendali,” tutup Kompol Rizal. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *