Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Ironi Program MBG di Rengel Tuban: Niat Mulia Berujung Dugaan Sajian Susu Kedelai Basi

×

Ironi Program MBG di Rengel Tuban: Niat Mulia Berujung Dugaan Sajian Susu Kedelai Basi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TUBAN || JDN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan menjadi pilar peningkatan gizi siswa justru menuai polemik di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Alih-alih mendapatkan asupan sehat, sejumlah siswa diduga disuguhi susu kedelai dalam kondisi basi yang tidak layak konsumsi pada Kamis, 26 Februari 2026 lalu.

​Insiden ini terjadi di salah satu sekolah di wilayah Rengel, di mana paket makanan disediakan oleh penyedia yang dikenal sebagai Dapur MBG yang berlokasi di RT 07 RW 07. Temuan ini memicu kekhawatiran massal mengenai standar pengawasan mutu pangan bagi anak-anak sekolah.

Example 300x600

​Paket menu yang dibagikan sejatinya cukup beragam, terdiri dari pisang cokelat (piscok), telur rebus, dan sebotol susu kedelai. Namun, kegembiraan para siswa berubah menjadi kecemasan saat botol susu dibuka. Bukannya aroma segar, bau asam menyengat justru menusuk hidung.

​”Sangat disayangkan, program sebagus ini dicoreng oleh kurangnya pengawasan mutu. Susu kedelai itu cairannya sudah berubah, baunya sangat tidak enak. Bagaimana jika sampai tertelan oleh anak sekolah?” ujar salah seorang saksi mata di lokasi kejadian (1/3).

​Secara medis, konsumsi susu kedelai yang telah mengalami kerusakan organoleptik (perubahan bau dan tekstur) sangat berbahaya. Bakteri patogen di dalamnya dapat memicu keracunan makanan serius, mulai dari kram perut, muntah, hingga dehidrasi berat.

​Kepala Desa Mundri, Mundir, angkat bicara mengenai insiden yang mencoreng pelaksanaan program nasional ini. Ia menyayangkan kecerobohan pihak yayasan pengelola dalam menjaga kualitas hidangan.

​”Kami berharap yayasan yang mengelola bisa lebih berhati-hati. Ini urusan nyawa, yang makan dan minum adalah anak-anak. Yayasan yang melibatkan ahli gizi seharusnya melakukan pengamatan rutin terhadap makanan yang disuguhkan agar tidak menjadi bencana di kemudian hari,” tegas Mundir.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola Dapur MBG mengenai SOP penyimpanan atau potensi kelalaian yang menyebabkan produk rusak tersebut lolos ke tangan siswa.

​Masyarakat dan wali murid mendesak agar Satgas TNI maupun Polri turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Evaluasi total terhadap rantai pasok (supply chain) program MBG di Tuban dianggap mendesak guna memastikan kejadian serupa tidak terulang dan membahayakan keselamatan generasi penerus bangsa.(Yanti)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *