SIDOARJO || JDN – Sukacita Hari Raya Idul Adha selalu diiringi dengan melimpahnya hidangan olahan daging kurban. Namun, di balik kelezatannya, masyarakat diingatkan untuk tidak abai terhadap porsi konsumsi guna menghindari lonjakan kolesterol dan gangguan kesehatan serius.
Praktisi kesehatan sekaligus CEO Andre Medical Center (AMC) Group, dr. Andre Yulius, mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dan membatasi asupan daging harian agar kondisi tubuh tetap prima selama momentum hari raya.
Menurut dr. Andre, tubuh manusia sejatinya memiliki batas aman dalam menoleransi asupan kolesterol harian.
“Kebutuhan tubuh untuk setiap harinya, untuk kolesterol itu sekitar 300 miligram (mg). Nah, sekitar 10 tusuk sate itu sudah mewakili kecukupan kolesterol di dalam tubuh,” ujar dr. Andre saat memberikan keterangan di Sidoarjo.
Ia merincikan, satu tusuk sate diperkirakan mengandung sekitar 30 kalori. Dengan demikian, batas ideal konsumsi sate yang aman bagi tubuh adalah maksimal 10 tusuk per hari. Jumlah tersebut dinilai sudah melampaui atau setara dengan ambang batas kecukupan kolesterol harian.
Dokter yang memiliki enam jaringan klinik di wilayah Sidoarjo ini mengingatkan dampak jangka panjang jika masyarakat melupakan kontrol diri. Mengonsumsi daging secara berlebihan dan terus-menerus berisiko memicu penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah koroner.
“Jika hal ini terjadi terus-menerus, maka bisa memicu serangan jantung, hipertensi, hingga pembengkakan jantung,” tegasnya.
Tidak hanya mengancam jantung, dr. Andre menambahkan bahwa tingginya asupan lemak jenuh dari daging kurban juga berpotensi mengganggu kinerja organ vital lainnya.
“Bisa mengakibatkan kerja ginjal yang sangat berat, serta bisa mengakibatkan timbulnya hiperkalori yang berlebih sehingga bisa mengakibatkan obesitas, perlemakan hati, hingga diabetes melitus,” tambahnya.
Agar masyarakat tetap dapat menikmati hidangan Idul Adha tanpa dihantui rasa cemas, dr. Andre membagikan tiga tips jitu berbasis keseimbangan nutrisi dan metabolisme.
Mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan secara konsisten sebelum dan sesudah menyantap daging sangat dianjurkan. Serat berperan penting untuk meredam dan mengikat lemak berlebih di saluran pencernaan.
Membiasakan diri meminum air hangat sebelum dan setelah makan dapat membantu melancarkan serta mempercepat proses metabolisme tubuh.
Jika ingin mengonsumsi daging setiap hari selama momen kurban, pastikan porsinya tetap berada di batas wajar, yakni setara maksimal 10 tusuk sate.
Menutup keterangannya, dr. Andre kembali menekankan pentingnya prinsip moderasi dalam mengonsumsi makanan. Menikmati hidangan khas Idul Adha sama sekali tidak dilarang, asalkan dibarengi dengan kesadaran akan kapasitas tubuh masing-masing.
“Yang penting sekali lagi, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, sehingga harus cukup setiap harinya,” pungkasnya.














