Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukum & Kriminal

Ibu dan Bayi 11 Bulan Disekap Tiga Pria Bertopeng, Polres Pasuruan Kota Buru Pelaku

×

Ibu dan Bayi 11 Bulan Disekap Tiga Pria Bertopeng, Polres Pasuruan Kota Buru Pelaku

Sebarkan artikel ini

PASURUAN || JDN -Suasana senyap di Dusun Wetan Dalem, Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, mendadak mencekam pada Kamis (16/04/2026) dini hari. Seorang ibu muda berinisial MS dan bayinya yang masih berusia 11 bulan menjadi sasaran aksi teror oleh tiga pria misterius yang menyatroni kediaman mereka sekitar pukul 02.00 WIB.

​Korban kini telah resmi menempuh jalur hukum dengan laporan polisi bernomor STTPM/SA TRESKRIM/106/IV/2026/SPKT/POLRES PASURUAN KOTA/POLDA JAWA TIMUR.

​Berdasarkan keterangan yang dihimpun, aksi bermula saat korban tengah terlelap bersama bayinya. Tiga pelaku yang menggunakan penutup wajah dan kain sarung masuk ke dalam rumah dan langsung menyergap korban.

​Dalam upaya penyekapan tersebut, mulut MS disumpal dengan kain sementara kedua tangannya dikunci rapat oleh para pelaku. Meski dalam kondisi terdesak dan sulit bernapas, MS melakukan perlawanan heroik dengan menggigit tangan salah satu pelaku hingga berdarah.

​Gigitan tersebut memaksa pelaku melepaskan cengkeramannya. Begitu kain penyumbat mulut terlepas, MS langsung berteriak maling sekuat tenaga. Teriakan histeris korban membuat nyali ketiga pelaku ciut dan langsung melarikan diri melalui pintu depan sebelum warga tiba di lokasi.

​Kejadian ini menyisakan tanda tanya besar. Pasalnya, setelah dilakukan pengecekan, tidak ada satu pun barang berharga milik korban yang hilang. Hal ini memicu dugaan bahwa aksi tersebut bukanlah murni perampokan.

​Akibat insiden ini, MS mengalami luka fisik berupa memar di bagian mulut dan pembengkakan pada tangan kanan. Namun, dampak yang paling berat adalah trauma psikologis mendalam bagi korban yang saat ini tinggal hanya berdua dengan anaknya karena sedang tidak serumah dengan suami.

​Di lokasi kejadian, ditemukan dua pasang sandal yang diduga kuat milik pelaku yang tertinggal di area warung dekat rumah korban sebagai barang bukti.

​Ketua LSM TRINUSA DPC Pasuruan Raya, Akhmad Roziq (Erick), yang mendampingi korban saat pelaporan, mendesak Polres Pasuruan Kota untuk bergerak cepat mengungkap identitas pelaku.

​”Kami meminta aparat penegak hukum melakukan pengusutan serius. Rekaman CCTV di sekitar lokasi harus segera diperiksa sebagai petunjuk kunci. Karena tidak ada barang yang hilang, ada potensi kuat bahwa ini adalah upaya percobaan pembunuhan yang terencana,” tegas Erick.

​Merespons laporan tersebut, tim Satreskrim Polres Pasuruan Kota telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah bukti permulaan.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif dan mengejar para pelaku. Masyarakat berharap kasus ini segera terungkap demi mengembalikan rasa aman di wilayah Kecamatan Kraton dan sekitarnya. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *