GRESIK || JDN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menyalurkan bantuan sosial (bansos) dan tali asih bagi pilar-pilar sosial dengan total nilai mencapai Rp7 miliar di Kabupaten Gresik. Penyaluran bantuan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ini difokuskan untuk memperkuat jaring pengaman sosial dan pemberdayaan ekonomi desa.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Gresik pada Jumat (13/3/2026) tersebut dihadiri oleh sekitar 150 peserta, termasuk jajaran Forkopimda Jatim dan Kabupaten Gresik. Acara diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan siswa Sekolah Rakyat sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap generasi muda.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dra. Restu Novi Widiani, M.M., mengungkapkan bahwa dari total anggaran yang dikucurkan, sekitar Rp3 miliar merupakan bantuan langsung dari pos anggaran Dinas Sosial Provinsi.
”Bantuan ini meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), PKH Plus bagi lansia, bantuan kategori kemiskinan ekstrem, hingga zakat produktif. Kami juga memberikan tali asih kepada TKSK dan Tagana sebagai garda terdepan pilar sosial,” ujar Restu Novi dalam sambutannya.
Selain bantuan tunai dan asistensi sosial, dukungan infrastruktur dan pemberdayaan juga diserahkan secara simbolis, di antaranya Bantuan Infrastruktur 250 drum aspal untuk pembangunan jalan kabupaten, Program Desa Berdaya Menyasar Desa Randegan (Driyorejo) dan Desa Sidowungu (Menganti).Program Jatim Puspa, Diserahkan kepada Desa Lasem (Sidayu), Desa Karangankidul (Benjeng), Desa Balongpanggang, dan Desa Surowiti (Bungah).
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyambut positif langkah Pemprov Jatim tersebut. Ia menegaskan bahwa delapan program bantuan yang dipaparkan harus menjadi benchmark atau contoh bagi jajaran birokrasi di bawahnya.
“Harapan kami program-program ini dapat diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, khususnya bagi kelompok rentan serta dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa dan pengentasan kemiskinan,” tegas Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut.
Dukungan penuh juga datang dari unsur TNI. Mewakili Dandim 0817/Gresik, Pjs Pasi Intel Kapten Inf Didik menyatakan kesiapan jajarannya dalam mengawal program-program kemanusiaan tersebut agar tepat sasaran.
“Program ini sangat positif karena menyentuh langsung kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Kami dari Kodim 0817/Gresik siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kapten Inf Didik.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara Gubernur Khofifah, jajaran Direksi Bank Jatim, pimpinan BUMD Jatim, serta para penerima manfaat.
Kehadiran berbagai elemen, mulai dari kepolisian hingga pihak perbankan, mempertegas kolaborasi lintas sektor dalam upaya menekan angka kemiskinan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Kabupaten Gresik.(*)

















