SAMPANG || JDN- Suasana dini hari di Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, mendadak mencekam pada Minggu (18/01/2026). Seorang pria berinisial AR, warga Desa Sogian, nyaris menjadi bulan-bulanan massa setelah diduga kuat melakukan perzinaan dengan istri orang lain di Dusun Murtapa.
Peristiwa yang memicu kemarahan warga ini berakhir dengan aksi main hakim sendiri, di mana satu unit sepeda motor milik terduga pelaku hangus dibakar massa sebelum pihak kepolisian berhasil melakukan evakuasi yang berlangsung alot.
Ketegangan bermula sekitar pukul 01.00 WIB, saat seorang warga bernama Selabi (65) menemukan sebuah sepeda motor Honda Beat (hitam-pink) tersembunyi di semak-semak. Kecurigaan warga mengarah pada sebuah rumah milik Mustain (30), yang saat itu sedang tidak berada di tempat.
Warga yang curiga melihat lampu teras rumah tersebut padam secara tidak wajar langsung melakukan penyisiran. Hasilnya, warga menemukan AR sedang bersembunyi di atas plafon kamar untuk menghindari kepungan.
“Warga sudah terlalu sering disuguhi kejadian memalukan seperti ini. Begitu ketahuan, emosi tak bisa dibendung,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Emosi massa yang tak terbendung mengakibatkan sepeda motor milik AR dibakar di lokasi sebagai bentuk protes atas tindakan yang dinilai mencoreng norma desa. Pihak Polsek Omben yang tiba di lokasi sempat kesulitan mengevakuasi AR karena warga yang terus menyemut.
Setelah negosiasi panjang yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Omben Aiptu H. Budiono dan dukungan dari Polres Sampang yang dipimpin Ipda Syaifullah, terduga pelaku baru bisa dibawa keluar sekitar pukul 04.15 WIB.
Kapolsek Omben, IPTU Sujinarto, mengonfirmasi bahwa pihaknya mengutamakan langkah persuasif untuk meredam situasi yang kian memanas.
“Kami mengedepankan langkah persuasif agar situasi tidak makin liar. Terduga pelaku berhasil kami amankan berikut barang bukti (bangkai motor),” tegas IPTU Sujinarto.
Ironisnya, saat penggeledahan terjadi, SH (istri dari Mustain) yang diduga terlibat dalam skandal ini berhasil melarikan diri dari rumah. Mustain sendiri telah resmi melaporkan dugaan perzinaan ini ke Polres Sampang untuk diproses secara hukum.
“Yang lebih menyakitkan, istri korban justru kabur. Ini menambah kecurigaan dan kemarahan warga,” tambah warga lainnya.
Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polres Sampang untuk penyelidikan lebih lanjut. Kapolsek Omben mengingatkan masyarakat agar tidak lagi melakukan tindakan anarkis atau main hakim sendiri di masa mendatang.
“Kami minta masyarakat menahan diri. Serahkan sepenuhnya pada proses hukum. Negara tidak boleh kalah oleh amarah,” pungkas IPTU Sujinarto.(Sup/Mldn)

















