Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukum & Kriminal

Depresi Akibat Proses Cerai, Pria Asal Wonogiri Nekat Akhiri Hidup di Kos Kebomas

×

Depresi Akibat Proses Cerai, Pria Asal Wonogiri Nekat Akhiri Hidup di Kos Kebomas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GRESIK || JDN -Peristiwa tragis mengguncang penghuni rumah kos di salah satu desa di Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur. Seorang pria berinisial TYK (31), warga asal Wonogiri, Jawa Tengah, ditemukan tewas gantung diri di area tangga rumah kos tersebut, Sabtu (24/1/2026).

​Pria tersebut diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran didera permasalahan rumah tangga yang pelik. Kapolsek Kebomas, Kompol Gatot Setya, mengonfirmasi bahwa korban saat ini memang sedang dalam proses perceraian dengan istrinya.

Example 300x600

​Jasad TYK pertama kali ditemukan oleh salah seorang penghuni kos yang hendak menuju lantai dua untuk mengunjungi adiknya. Saksi yang terkejut melihat sepasang kaki tergantung di tangga langsung berteriak histeris meminta pertolongan.

​”Setelah sampai di tangga lantai dua, saksi melihat ada posisi kaki bergelantungan. Saksi tidak berani melanjutkan perjalanan dan segera berteriak meminta tolong,” ujar Kompol Gatot, Sabtu (24/1).

​Warga dan penghuni kos segera melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan perangkat Desa Kedanyang, yang kemudian diteruskan ke Call Center 110 Polres Gresik.

​Tim Inafis Polres Gresik yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas menemukan korban gantung diri dengan menggunakan safety belt yang dikaitkan pada konstruksi tangga.

​Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, tekanan psikologis akibat keretakan rumah tangga menjadi motif utama di balik aksi nekat tersebut.

​”Diduga penyebabnya terkait proses perceraian dengan istrinya yang masih berjalan. Selain itu, istrinya sudah pulang ke Wonogiri bersama anak mereka yang berusia 7 tahun,” ungkap Kompol Gatot.

​Sekitar pukul 17.30 WIB, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Ibnu Sina untuk proses verifikasi medis. Berdasarkan pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban.

​”Hanya ditemukan bekas ikatan tali di leher korban. Tidak ada tanda-tanda kekerasan lainnya. Meninggalnya korban murni karena gantung diri akibat permasalahan keluarga,” pungkas Kapolsek.(Berdy/Ys)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *