Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahTNI/Polri

Jasad Pria Lansia Ditemukan Membusuk di Perum Oma Indah Gresik, Diduga Meninggal Berhari-hari

×

Jasad Pria Lansia Ditemukan Membusuk di Perum Oma Indah Gresik, Diduga Meninggal Berhari-hari

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN – Warga Perum Oma Indah, Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik digemparkan oleh penemuan jenazah seorang lansia yang telah membusuk di dalam rumahnya, Sabtu (25/4/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan diduga telah meninggal dunia sejak beberapa hari lalu.

​Korban diidentifikasi bernama Rachmat Susilo (73), penghuni rumah di Perum Oma Indah Blok C1/11, RT 21 RW 09. Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 09.15 WIB saat keponakan korban, Santi Wahyu Nengseh, datang berkunjung.

​Setibanya di lokasi, saksi mencium aroma tidak sedap yang menyengat dari dalam rumah. Saat diperiksa, ia mendapati pamannya sudah tidak bernyawa. Terkejut dengan temuan tersebut, Santi segera melaporkan kejadian ini kepada Ketua RW setempat, Hariyono.

​“Setelah menerima laporan, kami langsung menghubungi pihak kepolisian,” kata Hariyono saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

​Merespons laporan warga, jajaran Polsek Menganti yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Arif Rahman, bersama tim medis dari Puskesmas Menganti, segera tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah gerak dan evakuasi.

​Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan fisik luar oleh tim medis, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan atau tanda-tanda mencurigakan pada tubuh korban.

​“Dugaan sementara, korban telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RS Ibnu Sina untuk proses pemulasaraan, pemandian, dan pengafanan,” ujar AKP Arif Rahman.

​Kapolsek menambahkan bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah murni. Keluarga juga secara resmi menolak prosedur autopsi.

​“Keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Mereka juga telah membuat surat pernyataan resmi untuk tidak menuntut secara hukum,” pungkasnya.

​Meski sempat memancing kerumunan warga yang penasaran, situasi di lokasi kejadian terpantau kondusif hingga proses evakuasi selesai dilaksanakan. (Berdy/Pungky)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *